BETANEWS.ID, JEPARA – Suasana berbeda tampak terjadi di Pasar Jepara II pada Selasa (26/8/2025). Sebuah panggung lengkap dengan sound dan peralatan konser yang diletakkan di sebelah barat pintu utama pasar menjadi penghibur para pedagang dan pembeli yang datang.
Meskipun telat, suasana kemeriahan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia masih terasa ditambah dengan ornamen bernuanasa merah putih yang dipasang di sekitar area panggung.
Baca Juga: Sudah Niat Bawa Kabur HP Korban, Pemuda Asal Jepara yang Bunuh Wanita PSK Ternyata Kalah Judol
Ketua Perkumpulan Pedagang Jaya Makmur Pasar Jepara II, Bambang Hadi Sutrisno, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pedagang. Semangat para pejuang menjadi inspirasi dalam penyelenggaraan acara tersebut.
“Para pedagang memerdekakan diri dengan cara menghibur mengikuti lomba karaoke dan joget bersama,” ujar Bambang saat ditemui di Pasar Jepara II.
Bambang mengatakan, hampir seribu pedagang turut serta dalam kegiatan yang dimulai pada Senin, (25/8/2025) kemarin. Di hari pertama, kegiatan di isi dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan lomba karaoke dan berjoget.
Antusias tidak hanya terlihat dari para peserta yang mengikuti lomba. Pedagang yang tidak menjadi peserta juga turut antusias dengan ikut berjoget pada saat peserta menyanyikan lagu.
Panitia menyiapkan hadiah sederhana namun bermanfaat, mulai dari peralatan dapur hingga bahan kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, mie instan, tepung, dan lainnya.
Selain mengenang jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, kegiatan ini sebagai upaya untuk mempererat persatuan antar pedagang dan menjaga semangat pelayanan kepada pembeli.
Meski di satu sisi, Bambang tidak menampik jika pedagang di Pasar Jepara II kini menghadapi tantangan tersendiri. Dari sekitar 700 kios dan lapak yang ada, sekitar 50 diantaranya sudah gulung tikar karena mengalami penurunan omzet akibat pasar online.
“Ada yang tutup karena memang terdampak pasar online, ada yang belum ditempati. Di dominasi pedagang pakaian dan peralatan rumah tangga,” tambahnya.
Namun, menurut Bambang, secara umum pasar tetap ramai karena posisinya strategis di pusat kota.
Sementara itu, salah seorang pedagang ikan yang sudah berjualan selama sepuluh tahun, Solekah (40) Warga Kelurahan Bulu, Kecamatan/Kabupaten Jepara mengaku senang bisa ikut ambil bagian dalam lomba.
Baca Juga: PSK Jepara Dibunuh Pelanggan, Motor Serta HP Dibawa Kabur
Ia merasa kegiatan seperti ini menjadi cara untuk menghibur diri sekaligus mempererat kebersamaan dengan sesama pedagang.
“Memberikan semangat baru di tengah rutinitas berdagang,” terangnya.
Editor: Haikal Rosyada

