BETANEWS.ID, KUDUS – Kelurahan Panjunan, Kecamatan/Kabupaten Kudus menginisiasi program Serbu (sedekah sepuluh ribu) dalam upaya pencegahan stunting di daerah tersebut. Program itu digagas guna mengoptimalkan pemenuhan gizi bagi balita yang mengalami stunting.
Penggagas program Serbu, sekaligus Kasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbang Kesra) Kelurahan Panjunan, Hendry Setiawan mengatakan, dalam program tersebut difokuskan untuk pemenuhan gizi anak yang mengalami stunting selama dua bulan. Bahkan tak menutup kemungkinan program itu bakal berlanjut hingga di masa mendatang.
Baca Juga: Akan Bertambah 3 di Bulan Agustus, Kudus Bakal Ada10 Dapur MBG Dari Target 88
Setidaknya, kata dia, data stunting di kelurahan itu ada empat anak di bawah lima tahun (balita). Tak hanya menyasar empat anak untuk pemenuhan gizi anak stunting, pihaknya juga memberikan pemenuhan gizi tersebut kepada enam anak yang gizinya kurang.
“Enam anak ini kami perhatikan juga agar tidak berdampak stunting. Terakhir data kami tambah satu anak lagi gizi kurang di bulan Agustus ini, jadi untuk jumlah ada 11 anak yang diberikan. Empat anak stunting dan tujuh merupakan gizi kurang,” jelasnya.
Ia menuturkan, program Serbu dikumpulkan tiap pekan sekali dari uang masyarakat, tepatnya per RT dengan iuran Rp10 ribu untuk membantu mengatasi permasalahan stunting di wilayah tersebut. Terlebih, pihaknya juga menggandeng CSR sekitar, seperti FIF Group yang berada di kawasan kelurahan untuk membantu penanganan stunting di sana.
“Pengumpulan sedekah masyarakat melalui RT dikumpulkan ada petugas dari kader posyandu sebagai pengepul. Setelah terkumpul uang itu kami belikan PMT bahan mentah yaitu berupa telur, susu UHT, dan roti Regal,” tuturnya.
Pendistribusian PMT, lanjut Hendry, dilkaukansetiap sebulan sekali. Menurutnya, pada Juli dan Agustus ini pihaknya sudah mendistribusikan kepada sasaran yang sudah terdata.
“Untuk idealnya pemberian dilakukan dua pekan sekali. Tapi karena keterbatasan kader dan kesibukan, kami distribusikan sebulan sekali,” jelasnya.
Ia menambahkan, sesuai data kelurahan setidaknya ada 80-an balita di sana. Empat di antaranya alami stunting dan tujuh anak terdeteksi gizi kurang.
Baca Juga: Gaya Hidup Istri ASN Disebut bisa Picu Korupsi, Inspektorat Kudus Lakukan Ini
Sementara itu, Lurah Panjunan, Mujianto menambahkan, program tersebut sebenanrnya sudah berjalan beberapa bulan lalu dengan pendistribusian setiap bulan sekali. Ia berharap, melalui gerakan itu, angka stunting di Kelurahan Panjunagnan bisa lebih ditekan.
“Targetnya tahun depan Panjunan bisa zero stunting,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

