31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

PP TBS Gelar Baksos di Desa Berugenjang, Tekankan Kepedulian Hingga Kuatkan Eksistensi Madrasah

BETANEWS.ID, KUDUS – Persatuan Pelajar Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (PP MA NU TBS) Kudus menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan. Kegiatan yang dilakukan selama tiga hari mulai Rabu-Jumat (30 Juli hingga 1 Agustus 2025) itu, dimaksudkan untuk berbagi kepedulian bersama masyarakat setempat.

Kegiatan baksos tersebut merupakan program kerja (prokja) PP TBS yang rutin digelar setiap tahun dan menjadi agenda rutin sekolah, seperti tahun lalu di Desa Kuwukan, Kecamatan Dawe. Selain berbagi kepedulian terhadap masyarakat, melalui kegiatan itu juga sebagai alat mensyiarkan MA NU TBS kepada masyarakat secara luas.

Baca Juga: Fogging Tak Efektif Tanggulangi DBD, Wabup Kudus Tekankan Edukasi 3M ke Warga

-Advertisement-

Terlebih, sekolah yang fokus terhadap ilmu salaf sangat penting dalam kehidupan beragama. Di usia sekolah yang hampir satu abad tersebut, tetap menjaga eksistensinya, salah satunya melalui kegiatan baksos turun langsung ke desa dan membaur dengan masyarakat setempat.

Ketua PP MA NU TBS Kudus, Husein Abdullah menyampaikan, sejumlah rangkaian acara guna membaur masyarakat dijalankan. Mulai dari ziarah kubur sesepuh desa, pengajian dialogis atau tanya jawab soal hukum Islam, kerja bakti lingkungan, sembako murah, hingga puncak acara pengajian umum yang dihadiri langsung oleh masyayikh TBS, seperti KH. M. Ulil Albab Arwani, KH. M. Arifin Fanani, KH. Hasan Bisri, dan K. Syafi’i.

“Antusiasme masyarakat di luar dugaan. Biasanya konsumsi masih sisa, ini kami sediakan 300 ternyata habis. Jadi antuasiasme masyarakat Alhamdulillah luar biasa di luar dugaan kami. Jadi sangat bersyukur sekali,” katanya di sela pengajian umum, Kamis (31/7/2025) malam.

Ia menjelaskan, sembako murah yang diadakan dengan menyasar 250 paket bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Menurutnya, paket sembako yang berisi gula 1 kg, beras 1 kg, minyak 1 liter, dan mi instan tiga biji, warga membayar Rp20 ribu.

“Jadi untuk penyelenggaraan kegiatan ini kita disuport beberapa sponsor, seperti alumni TBS, dan beberapa perusahaan di Kudus. Guru dan yayasan bahkan mendukung terselenggaranya acara ini,” tuturnya.

Dia berharap adanya kegiatan itu, masyarakat khusunya warga Desa Berugenjang bisa menyekolahkan anaknya ke TBS. Meski fokus ke ilmu salaf, namun pengetahuan umum juga diajarkan sebagai penyeimbang wawasan siswa di sana.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Berugenjang, Kiswo mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya baksos di desanya. Kegiatan itu diharapkan sebagai cahaya yang dapat menerangi masyarakat hingga menyekolahkan anaknya ke TBS.

Bahkan menurutnya, perbandingan sekolah ilmu agama dan sekolah umum terpaut jauh dari segi kemampuan dan karakter anak. Ia menyebut, Ketua PP MA NU TBS menjadi bukti bagaimana karakternya sangat terlihat.

“Jadi sangat jelas berbeda dengan sekolah sebelah. Ini TBS, ada ilmu dari para kiai,” ujarnya saat sambutan di acara pengajian umum baksos.

Baca Juga: Fogging Tak Efektif Tanggulangi DBD, Wabup Kudus Tekankan Edukasi 3M ke Warga

Ia menuturkan, setidaknya sudah ada dua alumni TBS yang berasal dari Desa Berugenjang. Perilaku sebelum dan sesudah belajar di sana sangat terlihat jelas. Kini alumni TBS itu, kata dia, berperilaku lebih baik dalam berkehidupan bermasyarakat.

“Jadi saya doakan, masyarakat bisa menyekolahkan anak-anaknya di TBS dan rejeki warga mengalir deras,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER