BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagai persiapan untuk melakoni laga kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026, Stadion Wergu Wetan, kandang Tim Persiku Kudus mulai dilakukan perawatan. Terlihat beberapa orang sedang melakukan pemasangan springkel lapangan di Stadion Wergu Wetan.
Koordinator Pengerjaan Lapangan Stadion Wergu Wetan, Supar mengatakan, untuk perawatan lapangan di Stadion Wergu Wetan utamanya pengerjaan irigasi mulai dilakukan, Senin (21/7/2025). Ia mengaku target selesai untuk pengerjaan tersebut di pekan ini.
“Kalau untuk target pengerjaan irigasi stadion di lapangan lima hari. Baru nantinya bisa mengerjakan lainnya,” katanya di sela-sela pekerjaannya, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Persiku Dijadwalkan Bakal Uji Coba Lawan Madura United dan Klub Liga 1 Malaysia
Setidaknya, kata Supar, pemasangan springkel di sana ada 32 titik. Meliputi 24 titik di tempatkan di lapangan dan delapan titik di pinggir lapangan. Meski begitu, ketika 24 titik springkel yang dipasnag bisa mencakup semua sisi lapangan, delapan lainnya menjadi cadangan.
“Delapan titik sementara ini dibuat cadangan, kalau 24 titik itu bisa mencakup semua sisi lapangan. Tapi kalau memang pinggir lapangan tidak terkena, kita pasang,” jelas eks pekerja Lestarindo tersebut.
Ia menyebut, hingga kini untuk pengerjaan yang tengah dilakukan tak menemui kendala. Asalkan alat penunjang berada di lokasi. Sehingga pihaknya bisa mengerjakannya dengan maksimal.
“Sejauh ini kendala tidak ada, kalau alat sudah disiapin semua. Saat ini semua alat sudah datang, seperti alat irigasi, pompa dorong CNP berfungsi untuk mendorong springkel ke lapangan. Kemudian kabel belum ada, yang berfungsi untuk instalasi,” tuturnya.
Dalam pengerjaan tersebut, terdapat ada delapan pekerja yang terlibat untuk menyelesaikan perawatan lapangan hingga rampung. Sehingga stadion itu diharapkan jadi homebase Persiku di musim ini.
Baca juga: Bupati Sam’ani Berharap Persiku Bisa Tembus Papan Atas Liga 2
Ia menambahkan, setelah springkel dipasang, langkah selanjutnya adalah top greasing atau pemerataan lapangan dengan pasir. Hal tersebut dilakukan guna meratakan seluruh sisi lapangan, agar bola bisa menggelinding dengan baik.
“Setelah pemasangan springkel nanti top greasing atau perataan pasir di seluruh lapangan. Setelah itu baru dilakukan tahap perawatan rumput seperti pemotongan, pemupukan, dan pengobatan,” ungkapnya.
Melihat kondisi rumput yang ada, lanjutnya, harus dilakukan pemotongan karena rumput merupakan rumput liar. Menurutnya, rumput liar juga bagus namun tidak sebagus rumput berjenis zoysia yang digunakan di stadion-stadion besar seperti GBK.
Editor: Suwoko

