BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tengah mematangkan konsep baru untuk menghidupkan suasana malam di Kota Kretek. Lewat program Car Free Night (CFN), Pemkab berencana menghadirkan ruang publik yang sehat, aman, dan menjadi panggung bagi pelaku UMKM lokal untuk tumbuh bersama.
Gagasan ini tengah dibahas oleh lintas instansi. Rapat koordinasi awal pada Rabu, 9 Juli 2025, mempertemukan Dinas Perdagangan, Dishub, Disbudpar, Dinas PKPLH, Satpol PP, Polres, hingga TNI, guna menyusun konsep teknis dan skenario pelaksanaannya sebelum diajukan ke Bupati Kudus.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jepara Lirik Usaha Pangkalan Gas dan Agen Pupuk
Dua lokasi utama yang disiapkan menjadi pusat kegiatan CFN yakni sepanjang Jalan Sunan Kudus serta area Balai Jagong. Kegiatan direncanakan digelar sebulan sekali, dengan jadwal malam Jumat sampai malam Minggu, mulai pukul 20.00 hingga 00.00 WIB.
“Kami ingin menciptakan suasana malam yang lebih positif dan lebih produktif. Tidak sekadar keluyuran tanpa arah,” kata Imam Prayitno, Kepala Bidang PKL pada Dinas Perdagangan Kudus, belum lama ini.
Imam menambahkan, CFN bukan hanya soal hiburan, tapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Sasaran utamanya adalah pelaku usaha pemula, terutama yang belum punya tempat berjualan tetap. Lembaga seperti pondok pesantren dan organisasi masyarakat juga didorong untuk ikut ambil bagian, terutama yang memiliki produk kuliner unggulan.
“Silahkan siapa pun yang punya keahlian, terutama kuliner, bisa ikut. Dari pesantren, kampus, atau komunitas, kami terbuka,” ungkapnya.
Soal keamanan, katanya, sejumlah pihak memberi catatan agar CFN tidak berlangsung terlalu larut. Ada kekhawatiran potensi kerawanan seperti aksi balapan liar jika acara dibiarkan melewati tengah malam. Karena itu, batas waktu hingga pukul 00.00 ditetapkan sebagai langkah antisipatif.
Secara konsep, CFN akan mengadopsi kegiatan Car Free Day namun ditempatkan pada malam hari. Pengunjung nantinya bisa menikmati ragam sajian kuliner khas Kudus dan kerajinan tangan lokal dalam suasana santai tanpa kendaraan bermotor.
“Kami hanya sediakan tempat. Selebihnya, para peserta bisa mandiri untuk kebutuhan teknisnya,” jelasnya.
Baca Juga: Ini Fasilitas Gedung Perpustakaan Kudus Seluas 5.805 Meter Persegi
Ia menuturkan, dalam waktu dekat, proposal kegiatan akan difinalisasi dan diserahkan kepada Bupati Kudus untuk mendapat lampu hijau. Untuk tahap awal, prioritas diberikan kepada kalangan lembaga pendidikan, santri, serta pelaku usaha yang selama ini belum memiliki ruang jual tetap.
Imam berharap, Car Free Night menjadi oase baru bagi warga Kudus, sebagai tempat berkumpul, berkreasi, sekaligus menggerakkan denyut ekonomi malam hari secara inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Haikal Rosyada

