31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Berikan 2 Mesin Insinerator, PT Djarum Bantu Tangani Persoalan Sampah di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) secara resmi memberikan bantuan mesin insinerator kepada dua desa di Kabupaten Kudus, Senin (23/6/2025). Bantuan tersebut diharapkan bakal mampu mengatasi persoalan sampah dari tingkat desa.

Dua desa penerima bantuan mesin insinerator yakni Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati dan Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu. Serah terima secara simbolis dilakukan di Taman Celosia, Desa Jati Kulon dan dihadiri oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Baca Juga: LPPNU Kudus Jalin Mou dengan CV Kapulogo, Wujudkan Petani Kudus Ekspor Rempah

-Advertisement-

Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Jemmy Chayadi menyampaikan, bantuan mesin insinerator ini bentuk kepedulian PT Djarum terhadap penanganan sampah di Kudus. Bagaimanapun Kudus ini adalah rumah dari PT Djarum.

“Sehingga ketika ada persoalan sampah di Kudus, tentu akan jadi masalah kita semua, termasuk PT Djarum. Oleh karena itu, kita juga ikut berpartisipasi dengan memberikan alat insinerator,” ujar Jemmy.

Dia menegaskan, PT Djarum melalui BLDF berkomitmen dan mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam menangani persoalan sampah. Dengan bantuan mesin insinerator, ia ingin Kota Kretek nantinya bisa jadi role model persoalan sampah selesai di desa.

“Untuk penanganan sampah, PT Djarum bakal fokus di Kudus. Harapannya, langkah kami bisa ditiru perusahaan-perusahaan lain di lain daerah,” bebernya.

Jemmy mengungkapkan, mesin insinerator bantuan dari PT Djarum ini berkapasitas 300 killgram sampai 350 kilogram per jam. Mesin ini juga sudah lolos uji emisi, jadi aman bagi lingkungan.

“Terkait uji emisi sudah lolos oleh lembaga terkait. Kita juga akan lakukan tes emisi berkala yakni enam bulan sekali,” jelasnya.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kudus mengucapkan terima kasih atas kepedulian Djarum Foundation yang telah memberikan dua mesin insinerator. Selama ini PT Djarum telah banyak membantu terkait penanangan sampah di Kudus.

“Selain memberikan dua mesin insinerator untuk membakar sampah residu, selama ini Djarum Foundation juga telah mengambil sampah organik di Kudus untuk diolah menjadi kompos melalui program Kudus Asik (Apik tur Resik). Kerja sama ini tentu sangat membantu,” ujarnya.

Dia pun meminta, semua pihak ikut berperan dalam pengelolaan sampah di Kudus, terutama masyarakat. Menurutnya, peran masyarakat sangat vital. Sebab, penanganan sampah akan berhasil dan terasa mudah ketika masyarkat bersedia memilah sampah di tingkat rumah tangga.

“Ketika masyarakat sudah memilah sampah dan desa mengelolanya dengan mandiri, maka tak akan ada lagi persoalan sampah di Kudus. Persoalan sampah akan selesai di desa,” sebutnya.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok Pasar Bitingan Naik Signifikan Diduga Akibat Demo ODOL, Pedagang: ‘Jangan Ada Demo Lagi’

Sementara itu Kepala Desa Jati Kulon, Hery Supriyanto mengatakan, dengan adanya bantuan mesin insinerator persoalan sampah di desanya bakal tertangani dengan baik dan tak ada yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo. Program sampah selesai di desa pasti bakal terwujud.

“Desa kami itu menghasilkan sampah kurang lebih enam ton sehari. Sebanyak 48 persen sampah organik dan diambil oleh PT Djarum untuk diolah menjadi kompos, sampah anorganik kami pilah untuk dijual. Sementara yang residu kita bakar dengan mesin insinerator bantuan dari PT Djarum. Jadi nanti persoalan sampah benar-benar selesai di desa,” ujarnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER