BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memaparkan hasil evaluasi kinerja selama menjabat 90 hari pertama. Sejumlah sektor menjadi fokus utama, mulai dari penanganan sampah, perbaikan jalan rusak, lampu penerangan jalan umum (LPJU), hingga peningkatan kualitas pelayanan publik dan penataan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemerintah daerah.
Ia mengatakan, hingga kini masih ada sejumlah PR yang menjadi tantangan kedepan, demi menunjang visi misinya selama masa kepemimpinannya. Termasuk dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Baca Juga: Atap Pasar Kliwon Bocor Saat Hujan Lebat, Kepala Disdag Kudus Minta Maaf ke Pedagang
“Dalam kerja kami selama 90 hari ini, fokus kita adalah sampah, jalan, lampu, dan pelayanan, termasuk digitalisasi untuk pungutan retribusi,” jelas Sam’ani.
Meski sudah berjalan, namun ia menyebut masih ada kekurangan. Seperti jalan rusak yang belum tertangani dengan baik dan LPJU yang masih ada yang rusak. Selain itu juga ada persoalan banjir yang sempat terjadi semalam. “Tapi alhamdulillah langsung surut,” ungkapnya.
Menurutnya, penataan internal juga menjadi prioritas. Pihaknya tengah berupaya meningkatkan kinerja ASN, khususnya dalam memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke depan akan dinilai berdasarkan parameter kinerja masing-masing.
“Penataan SDM kita juga penting, bagaimana kinerja dan pelayanannya bisa lebih baik. OPD akan kita ukur lewat indikator kerja utama (IKU), AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah),” ujarnya.
Dia menegaskan, bahwa saat ini pihaknya belum menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sesuai dengan visi misinya. Untuk itu, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) akan disesuaikan pada APBD Perubahan 2025.
“Artinya kita menjalankan APBD yang belum menyangkut visi misi kami. Nanti akan kita sesuaikan melalui perubahan APBD,” jelasnya.
Dalam penilaiannya, Sam’ani memberi skor capaian kinerja selama 90 hari pertamanya dengan 75 persen. Sisanya, 25 persen dinilai masih banyak kekurangan, mulai dari jalan yang belum tertambal, LPJU yang belum menyala, pelayanan publik yang belum maksimal, hingga digitalisasi yang belum berjalan optimal.
Baca Juga: Sejumlah Ormas di Kudus Tertarik Ikuti Lelang Parkir
Meski begitu, ia tetap optimis seluruh program, dalam perubahan APBD akan berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama DPRD Kabupaten Kudus. Ia juga membuka ruang bagi semua pihak untuk ikut menilai kinerja selama masa pemerintahannya.
“Insyaallah, bisa kita jalankan. Kami juga membuka penilaian dari luar, baik dari pers, masyarakat, maupun LSM. Semua pihak boleh (menilai),” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

