BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar pertemuan lintas sektor untuk kelompok kerja nasional (pokjanal) penanggulangan dengue atau Demam Berdarah Dengue (DBD) di @Hom Hotel, Selasa (20/5/2025. Hingga kuartal pertama tahun 2025, kasus DBD di Kudus melonjak dan mencapai 251 kasus.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, melalui Pokjanal diharapkan ada gerakan masif untuk penurunan angka kasus DBD. Menurutnya, saat ini kasus DBD di Kabupaten Kudus cukup tinggi.
Baca Juga: Hujan Lebat Sebabkan Atap Pasar Kliwon Bocor
“Sejak Januari hingga akhir April total sudah ada 251 kasus DBD di Kudus. Sehingga sangat perlu untuk dilakukan pencegahan, baik di rumah maupun di sekolah,” ujar Sam’ani kepada awak media usai acara.
Ia pun mengajak mensukseskan gerakan sekolahan yang bebas nyamuk di Kudus. Tentunya, dengan cara menjaga kebersihan, dan senantiasa menjaga anak-anak agar tak terserang DBD.
“Pokjanal penanggulangan DBD ini tentu harus didukung bersama. Sebab, saya punya target Kudus harus zerro DBD,” tandasnya.
Oleh karena itu, ia meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, pemerintah desa agar secara rutin mensosialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat terkait bahaya dan pencegahan DBD.
“Sehingga nanti masyarakat akan peduli terhadap kebersihan lingkungan. Serta peka terhadap situasi dan kondisi mungkin nanti ada air yang tergenang dan ada jentik nyamuk agar segera dimusnahkan,” tuturnya.
Pada saat sambutan, orang nomor satu di Kudus tersebut juga menginstruksikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika untuk membuat kampanye pencegahan DBD melalui media sosial Tiktok. Menurutnya, saat ini para emak-emak sudah banyak yang sudah menggunakan aplikasi buatan oleh Zhang Yiming tersebut.
“Emak-emak sekarang itu sudah banyak yang menggunakan Tiktok. Jadi melalui platform tersebut, kita berikan informasi terkait kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kudus dr. Andini Aridewi menjelaskan Pokjanal dilaksanakan guna menguatkan peran lintas program lintas sektor dan kemitraan yang tergabung dalam tim Pokjanal penanggulangan dan pengendalian kasus dengue.
“Pokjanal dilaksanakan untuk menguatkan peran lintas sektor dan kemitraan serta pencegahan dan pengendalian kasus dengue,” terangnya.
Baca Juga: Sejumlah Ormas di Kudus Tertarik Ikuti Lelang Parkir
Langkah pencegahan, disampaikan Andini, dengan gerakan Jumat bersih, yakni membersihkan lingkungan dan mengaplikasikan satu rumah satu juru pemantau jentik.
“Salah satu pencegahannya dengan gerakan Jumat bersih, dan pengadaan satu rumah satu juru pemantau jentik,” paparnya.
Editor: Haikal Rosyada

