31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

SDN 3 Terban Kudus Kreasikan Karung Bekas Jadi Kostum 

BETANEWS.ID, KUDUS – Pada penutupan Program Beraksi di pusat belajar guru (PBG) Kudus, Senin (19/5/2025), 10 sekolah menampilkan hasil karyanya. Termasuk SDN 3 Terban yang menampilkan produk upcycle kreatif.

Beberapa orang bahkan memakai hasil karya upcycle, seperti kostum dari bekas karung pupuk, lalu rompi dari bekas paranet. Isu darurat sampah yang sempat mencuat di Kabupaten Kudus menjadi inspirasi bagi para siswa di sana untuk bergerak. 

Baca Juga: Sejumlah Ormas di Kudus Tertarik Ikuti Lelang Parkir

-Advertisement-

Mereka bersama guru memanfaatkan sampah plastik dan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna dan terlihat estetik.

Guru kelas 5 SD 3 Terban, sekaligus desainer produk upcycle, Erika Linda Faradila menyampaikan, berangkat dari semangat sebagai penyandang sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, yang kini tengah diusulkan naik ke tingkat nasional, SDN 3 Terban menjadikan upcycle bukan hanya sebagai aktivitas ramah lingkungan, tapi juga ajang menyalurkan kreativitas siswa.

“Ide ini muncul karena melihat kondisi lingkungan sekitar, terutama di desa Terban yang juga dekat dengan pabrik dan banyak limbah rumah tangga. Kita ingin anak-anak punya kesadaran sejak dini untuk mengolah sampah menjadi produk yang punya nilai jual dan bisa digunakan kembali,” jelasnya, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, produk-produk yang dibuat sangat beragam, mulai kostum yang terbuat dari karung bekas pupuk, rompi paranet, hingga baju dari limbah plastik. Karya ini dibuat secara berkelompok oleh siswa dari berbagai jenjang, mulai kelas 1 hingga kelas 5 SD.

“Kostum karung pupuk ini butuh waktu sekitar satu bulan karena harus dijahit dan dicuci bersih. Bahannya dari limbah rumah tangga maupun limbah pertanian yang banyak tersedia di desa. Supaya nyaman dan tidak panas, anak-anak memakai manset,” ungkapnya.

Ia menyebut, produk-produk unik ini telah ditampilkan dalam festival budaya dan kirab desa, seperti acara sedekah bumi dan lain sebagainya. Sekolah juga menggandeng pihak desa agar gerakan ini punya dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Untuk kelas enam, sudah digitalisasi dan membuat kampanye untuk mengurangi sampah. Jadi setiap jenjang punya porsi dan tantangan masing-masing,” katanya.

Baca Juga: Daerah Hulu Diguyur Hujan 3 Hari, Bendung Wilalung Berstatus Awas

Tiga produk utama yang kini telah rampung dibuat sejak Mei 2025 itu digunakan secara internal untuk kegiatan kirab. Tidak menutup kemungkinan, produk yang dibuat oleh sejumlah siswa bisa dipasarkan dan memberikan nilai manfaat dari segi ekonomi.

“Ini bukan sekadar daur ulang, tapi juga mengasah kreativitas, tanggung jawab lingkungan, dan kerja sama. Kami ingin ini menjadi kebiasaan baik yang bisa berkelanjutan,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER