BETANEWS.ID, SEMARANG – Gegara pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, tak terkecuali Semarang, pemerintah pemerintah melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Karena hal inilah banyak masyarakat yang menunda acara resepsi pernikahan, dan bahkan ada yang membatalkan ijab kabul.
Hal ini juga dialami dua sejoli asal Semarang, Agil dan Novel. Meski keduanya sudah merancang pernikhannya sejak lama, mereka berdua terpaksa menunda pernikahan yang sedianya digelar bulan ini. Mereka memilih menaati aturan dari pemerintah untuk menjaga jarak fisik.
Mereka sempat menyampaikan kegalauan karena batal nikah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui media sosial. Namun, karena kesibukannya, gubernur dua periode tersebut tak sempat menanggapi keluhan mereka.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19 Akhir April, Boyolali Sulap Rusun Jadi RS Darurat
Keluhan Agil dan Novel di media sosial itu terciduk jurnalis kenamaan, Najwa Shihab. Melalui Najwa, dua sejoli yang batal nikah itu kemuda dipertemukan dengan Ganjar melalui video conference.

“Pak Ganjar, ini ada dua warga bapak yang galau. Mereka harusnya menikah bulan ini, tapi karena ada covid-19, mereka memutuskan untuk menunda. Ini pada galau pak, silahkan dihibur,” kata Nana, panggilan akrab Najwa.
Melihat Ganjar secara langsung melalui video conference, keduanya tampak malu-malu. Ganjar yang mendengar aduan Nana langsung menyahut dan bertanya kepada Agil dan Novel.
Baca juga: Warga Jateng Dijatah Rp 200 Ribu per Bulan Selama Wabah Corona
“Lha ngopo ditunda (lha kenapa ditunda), sudah kawin saja. Yang ditunda itu resepsinya, sing penting kawin sik (yang penting nikah dulu). Tak delok raine yo podho ngebet to (saya lihat wajahnya sudah kepengen),” kata Ganjar disambut tawa Agil, Novel dan Nana.
Kepada orang nomor satu di Jateng itu, Agil mengatakan penundaan pernikahannya sudah diputuskan keluarga. Pernihan mereka akan digelar saat wabah Covid-19 berakhir.
“Ini demi menaati aturan pemerintah pak. Dan juga kalau nikah tapi yang datang sedikit rasanya kurang sakral,” ungkap Agil.
Menanggapi itu, Ganjar mengatakan mengapresiasi keputusan penundaan pernikahan mereka. Meski begitu, menurutnya pernikahan yang dihadiri sedikit orang tidak akan mengurangi kesakralan acara.
Baca juga: ASN Dilarang Pulang Kampung dan Ambil Cuti, Jika Tetap Memaksa Akan Ada Sanksi
“Yang penting syarat rukunnya terpenuhi, sah. Gimana kalau nikahnya digelar minggu depan. Saya yang jadi saksi nikahnya. Mau nggak?,” pinta Ganjar.
Usulan Ganjar tidak bisa ditanggapi secara langsung. Dengan senyum-senyum manis, Novel mengatakan akan mendiskusikan dengan keluarga.
“Nanti kami diskusi dulu pak. Sebenarnya pengen nikah yang menjadi saksinya pak Gubernur,” ucapnya.
Ganjar sendiri memberikan apresiasi atas keputusan Agil dan Novel untuk menunda pernikahan. Alasannya demi menjalankan anjuran pemerintah untuk menerapkan physical distancing.
“Tapi kalau memang sudah ngebet, ya nikah saja dulu. Yang penting akadnya, resepsinya menyusul. Hayo gimana, minggu depan nikah?,” ledek Ganjar.
Banyolan Ganjar cukup membuat pasangan yang galau itu tertawa lebar. Apalagi, saat Najwa mengundang sejumlah teman-teman Agil dan Novel dalam obrolan itu, keduanya semakin bahagia.
Editor: Suwoko

