31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Petani Kudus Semringah Presiden Prabowo Buat Kebijakan Gabah Dibeli Bulog

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai membeli gabah kering petani di Kudus dengan harga 6.500 per kilogram. Hal tersebut disambut gembira para petani, karena lebih menguntungkan.

Salah satu petani, Firda Kurniawan (30), mengaku sangat senang dengan program Presiden Prabowo Subianto itu. Menurutnya, program tersebut jadi langkah nyata untuk menyejahterakan petani.

“Hari ini saya panen padi satu hektare dan semuanya dibeli sama Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Tentu ini sangat bagus sekali, apalagi Bulog ini mau terjun langsung ke sawah,” ujar Firda di sawahnya, Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Jumat (14/2/2025).

-Advertisement-

Baca juga: Bulog Turun Langsung Beli Gabah Petani Kudus, Dibayar Tunai Rp6.500 Sekilo

Firda mengungkapkan, di musim tanam (MT) satu ini menanam padi seluas lima hektare. Sayangnya, dia hanya menjual ke Bulog dengan luas satu hektare saja. Sedangkan empat hektarenya dijual ke tengkulak.

“Sebab tanaman padi yang empat hektare itu panen duluan sebelum Bulog terjun langsung membeli gabah dari petani,” bebernya. 

Dia mengungkapkan, andai tahu lebih awal bahwa Bulog membeli gabah kering petani, tentu dia tidak akan menjualnya ke tengkulak. Sebab, gabah panennya hanya dibeli tengkulak dengan harga Rp6 ribu per kilogram. 

“Tentu lebih menguntungkan jika dijual ke Bulog. Sebab, Bulog berani beli gabah panen kering dari sawah dengan harga yang lebih mahal yakni Rp6.500 per kilogram,” tegasnya. 

Baca juga: Bulog Jemput Gabah Petani, Dispertan Kudus: ‘Harga Lebih Stabil, Petani Bisa Untung’

Dia menyampaikan, di MT 1 2025 ini rata-rata hasil panen padi untuk luasan lahan satu hektare menghasilkan gabah kurang lebih tujuh ton. Menurutnya, hasil panen tersebut turun dibanding tahun sebelumnya yang bisa menghasilkan 8 ton dengan luasan lahan yang sama.

“Hasil panen berkurang dikarenakan banjir dan hama tikus. Namun, kami tetap bersyukur, karena ada program Bulog turun langsung ke sawah beli padi hasil panen petani. Sehingga petani tetap bisa untung,” imbuhnya. 

Dia pun berharap, program Prabowo ini bisa berlanjut terus selamanya, agar cita-cita menyejahterakan petani dan program swasembada pangan bisa tercapai. 

“Kami para petani berharap program ini lanjut terus. Serta berharap, pemerintah menambah kuota pupuk bersubsidi bagi petani,” harapnya. 

Dia menghitung, jika lahan satu hektare menghasilkan tujuh ton gabah, maka bisa menghasilkan sekitar Rp45,5 juta. Nominal ini masih kotor karena dikurangi biaya produksi pengolahan lahan, biaya tanam, perawatan, pembelian pestisida dan pupuk. Masa tanam padi untuk bisa dipanen juga butuh waktu sekira empat bulan atau 120 hari. 

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER