31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Material Penuh dan Bangunan Rapuh, Pemadaman Gudang Tembakau di Kudus Alami Hambatan

BETANEWS.ID,KUDUS- Proses pemadaman kebakaran gudang tembakau milik PT Jaleka di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, menghadapi sejumlah kendala. Selain material tembakau yang mudah terbakar, struktur bangunan yang mulai rusak membuat petugas tidak berani melakukan pemadaman dari dalam gedung.

Kepala Pemadam Kebakaran PT Djarum Kudus, Hadi Cahyana, mengatakan gudang yang terbakar berukuran kurang lebih 20 x 100 meter dan seluruhnya dipenuhi tembakau dengan tinggi tumpukan lebih dari empat meter.

“Luasannya sekitar 20 x 100 meter dan full material tembakau. Tingginya lebih dari empat meter. Jadi kami harus maksimal,” ujar Hadi di lokasi kejadian, Rabu (18/2/2026).

-Advertisement-

Ia menjelaskan, material tembakau kering yang sudah siap pakai tergolong mudah terbakar. Api tidak hanya membakar bagian atas, tetapi juga sudah membakar tembakau yang ada di bagian bawah, sehingga menyulitkan proses pemadaman.

“Kalau kita pukul dari atas, yang bawah belum tentu kena. Harusnya diurai, tapi itu butuh air sangat banyak supaya bisa menembus sampai bawah,” jelasnya.

Selain faktor material, kondisi bangunan menjadi kendala utama. Bagian selatan gudang dilaporkan mulai roboh, sementara sisi lainnya tampak melengkung dan berpotensi ambruk.

Baca juga: Gudang Berisi Tembakau di Kudus Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

“Yang selatan sudah mulai roboh, yang samping temboknya sudah melengkung. Ini membahayakan. Maka kami tidak berani masuk” bebernya.

Hadi menambahkan, karena api sudah membakar hampir seluruh bagian gudang, petugas hanya bisa melakukan penyemprotan dari luar. Upaya pemadaman dilakukan semaksimal mungkin sambil mempertimbangkan keselamatan personel.

“Kendalanya jelas karena sudah menyeluruh terbakar. Sementara petugas pemadam tidak berani masuk, karena kondisi gudang rawan rubuh ,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebanyak delapan armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, melibatkan unsur dari PT Djarum, PT Nojorono, PT Pusaka Raya (Pura), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, PT Sukun, serta dukungan kepolisian.

Dari total enam gudang yang berada di kawasan tersebut, sementara ini kebakaran terjadi di satu bangunan. Petugas kini berupaya menahan agar api tidak merembet ke gudang lainnya.

“Total ada enam gudang di sini. Kami berusaha menahan di gudang pertama saja agar api tak merembet,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, pihaknya belum dapat memastikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan fermentasi tembakau yang tidak terurai dengan baik.

“Belum tahu penyebab pastinya. Tapi melihat kondisi seperti ini, bisa saja karena proses fermentasi tembakau,” ungkapnya.

Dengan kondisi api yang masih terus menyala dan bangunan yang rawan ambruk, proses pemadaman diperkirakan berlangsung hingga malam hari.“Bisa sampai malam, karena kami tidak berani masuk. Ini rawan rubuh,” imbuh Hadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah. Hingga kini petugas masih terus berupaya melakukan pemadaman si jago merah di area gudang.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER