31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Padukan Teknik Sinematografi di Teater, Liang Langit Sukses Teror Ratusan Penonton di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Lampu panggung berlahan meredup disertai gemuruh tepuk tangan penonton mengiringi usainya pementasan Liang Langit Teater Djarum. Tak lama, lampu kembali menyala menyambut dua orang perempuan yang memanggil serta memperkenalkan satu persatu para pemain. Tetuk tangan kembali pecah saat nama Asa Djatmiko selaku penulis naskah sekaligus sutradara dipanggil.

Setelah turun dari panggung, Asa menjelaskan, bahwa pementasan yang sudah dipersiapkan selama empat bulan itu cukup menguras fisik, lantaran banyak hal baru yang ingin mereka tampilkan.

Baca Juga: Pojok Pasar Gabus Disulap jadi Panggung Pertunjukan Tari yang Memukau

-Advertisement-

“Saya ingin menampilkan sesuatu yang baru. Sebetulnya, teknik ini adalah teknik sinematografi. Selain soal dialog, bagaimana membuat teror penonton itu melalui visual juga. Sehingga, unsur-unsur visual ini dapat prioritas untuk digarap agar bisa menjadi teror bagi penonton,” bebernya.

Dengan memadukan teknik sinematografi pada pementasan tersebut, Asa mengaku puas melihat respon penonton selama pementasan. Menurutnya, teror yang diciptakan pada pementasan Liang Langit berhasil mengecoh para penonton. Asa juga menjelaskan, bahwa teror yang dimaksud adalah dramatisasi visual pada pementasan.

“Kalau dialog-dialognya sudah biasa seperti yang teater lakukan lah. Terobosan barunya ada pada dramatisasi panggung yang diterapkan di tetaer konvesional,” terangnya.

Pada pementasan kedua Liang Langit yang digelar di Lapangan Basket Universitas Muria Kudus, Sabtu (10/8/2024) malam itu, sukses menarik antusias masyarakat Kudus. Dari 400 kursi yang disediakan panitia, tampak masih banyak penonton yang rela berdiri karena tak kebagian tempat duduk. Melihat antusias penonton yang hadir malam itu, Asa mengaku terkejut.

“Saya surprise sekali, penonton Kudus sangat luar biasa malam ini. Saya memang sengaja bikin cerita yang plot twist-nya banyak. Penonton menebak ke sini ternyata ceritanya ke sana, sudah tepuk tangan ternyata belum selesai. Saya lihat penonton sangat menikmati cerita yang mengecoh seperti ini,” ujarnya.

Senada dengan Asa, Fera Febriyanti (19), satu di antara ratusan pentonton yang hadir, mengaku sangat menikmati pementasan Liang Lahat. Menurutnya, cerita yang dibawakan sangat menarik dan menyajikan banyak kejutan.

“Keren banget penampilannya, ceritanya juga bagus, sulit ditebak. Pesan yang saya ambil dari pementasan tadi adalah bersyukur, agar hidup kita tidak terombang-ambing seperti Langit. Kadang hati kita memang berontak, tapi hal itu hanya membuat kita semakin tersiksa. Jadi syukuri saja dan jalani hudup sebaik mungkin,” kata Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus itu.

Baca Juga: Teater Djarum Akan Pentaskan Lakon Liang Langit di 3 Kota, Catat Tanggalnya

Sementara itu, Nail Zahavier Adhyaksa (16), mendapat pelajaran banyak dari pementasan tersebut. Dia mendapat ilmu baru terkait tata panggung dan pencahayaan.

“Kalau di Teater Ramarsaku RUS, saya lebih sering di bagian artistik dan lighting. Keren, dari pementasan tadi saya mendapat banyak ilmu baru. Mulai pergantian scene hingga pergerakan aksi panggungnya keren,” tambah pria yang datang bersama 10 temannya itu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER