BETANEWS.ID, PATI – Partai Gerindra mengusung Sudewo untuk maju menjadi bakal calon bupati (bacabup) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati 2024. Bahkan, partai pimpinan Prabowo Subianto itu sudah beberapa kali menyodorkan nama Anggota DPR RI itu saat safari politik ke sejumlah partai politik (parpol).
Ketua DPC Partai Gerindra Pati, Hardi, secara tegas menyatakan bahwa Gerindra memiliki kandidat kuat dari internal partai, yaitu Sudewo. Namun, kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tak cukup untuk mengusung bacabup, maka pihaknya mengajak koalisi partai lain.
Gerindra juga sudah membuka penjaringan bakal calon bupati maupun wakil bupati. Namun, hingga saat ini, ternyata nama Sudewo secara resmi belum mendaftar sebagai bakal calon bupati di partainya.
Baca juga: 4 Kali Gagal Nyalon Bupati, Slamet Warsito Maju Lagi di Pilkada Pati 2024
Saat ini, baru ada dua nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran di DPC Gerindra, yakni Slamet Warsito, seorang pengusaha pengembang perumahan dan Wartoyo, yang merupakan kader Gerindra. Wartoyo merupakan penasehat di partai berlambang burung garuda itu dan salah satu pendiri Partai Gerindra di Pati.
Ketua Desk Pilkada Bidang Pendaftaran DPC Partai Gerindra Pati, Muhammad Ali Gufron, mengatakan, saat ini sejumlah bacabup Pati sudah menjalin komunikasi dengan pihaknya.
”Saat ini WA sudah ada 6 orang. Tapi kami untuk pendaftaran baru 2 yang datang yakni Wartoyo dan Slamet Warsito. Pak Sudewo belum mendaftarkan dan belum komunikasi,” ujar Ali, Selasa (14/5/2024).
Baca juga: Kader Demokrat Gerilya Cari Dukungan untuk K-1, Kini Giliran Datangi Golkar
Ia menyebut, pihaknya terbuka kepada siapa pun yang ingin mendaftar sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati pada Pilkada Pati dari Partai Gerindra. Pihaknya mulai membuka penjaringan bakal calon bupati maupun wakil bupati sejak 14 Mei 2024 hingga 15 Juni 2024.
“Kami mengucapkan terima kasih sudah melakukan pendaftaran. Nanti digodok dan saya serahkan ke pimpinan pusat. Wartoyo kader Gerindra dan akan menjadi pertimbangan DPP untuk penilain sendiri,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

