BETANEWS.ID, KUDUS – beberapa karyawan terlihat berjibaku dengan bahan-bahan pembuatan baki lamaran di rumah produksi Junior Mahar, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Di musim pernikahan, tempat tersebut memang jadi salah satu jujugan warga yang hendak memesan hantaran.
Pemilik Junior Mahar, Dani (37), mengungkapkan, usaha yang ditintis sejak 2014 lalu itu melayani pesanan offline maupun online. Jualan di market place, membuat usahanya berkembang pesat hingga punya banyak pelanggan dari berbagai daerah.
“Pas masa covid-19 itu kan online shop mulai membeludak. Akhirnya coba-coba ikut dipasarkan secara online. Saya jualan di Shopee dan Lazada dengan nama toko Junior Mahar dan Facebook,” terang Dani, Rabu (24/04/2024).
Baca juga: Musim Nikah Tiba, Jasa Pembuat Hantaran dan Mahar Kudus Ramai Orderan
Dalam satu hari, Dani mampu memproduksi 20 item tempat perhiasan berbagai variasi. Harga yang ditawarkan pun mulai Rp50 ribu tergantung ukuran.
“Ada juga mahar pigura kisaran Rp700 ribuan. Tapi, kalau sekarang sudah jarang. Alhamdulillah kalau yang tempat perhiasan ini best sellernya. Setiap hari produksi,” ucap ayah tiga orang anak itu.
Dirinya menyebut, yang membedakan tempat produksi miliknya dengan yang lain adalah kecepatan pengiriman dan kualitas barang. Hingga saat ini, dirinya telah banyak melakukan pengiriman ke seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah sudah banyak pengirimannya hingga luar pulau. Pokoknya ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

