31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Baju Shimmer jadi Trend Lebaran 2024, Luna Hijab Kudus Sampai Kehabisan Stok

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pembeli terlihat memilih pakaian yang digantung rapi di Luna Hijab, Jalan Sukun Raya, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Para pembeli itu dilayani dengan ramah oleh beberapa karyawan.

Hari-hari menjelang Lebaran, toko tersebut memang selalu dibanjiri para wanita yang berburu outfit Hari Raya Idulfitri. Mereka mencari busana yang sedang jadi trend untuk dikenakan di hari spesial itu.

Menurut  Digital Marketing Luna Hijab, Miru, baju yang lagi trend tahun ini adalah yang berbahan shimmer. Bahkan, pihaknya saat ini sudah kehabisan stok karen memang diproduksi terbatas.

-Advertisement-

Baca juga: Gamis Anak di Ribbie Collection Ini jadi Rebutan, Sampai Kewalahan Layani Permintaan 

“Kalau sekarang ini trend fashion yang lagi ramai emang dress yang bahan shimmer gitu. Sebenarnya kalau di Luna sendiri shimmer sudah dikeluarkan pas Desember tahun kemarin,” ujar Miru saat ditemui, Jumat (5/4/2024).

Namun, baju dengan bahan dasar shimmer tersebut baru ramai dan diburu banyak konsumen saat menjelang Lebaran 2024 ini. Hal tersebut kemungkinan bisa dipengaruhi oleh para influencer yang mengenakan baju itu.

“Sehingga, banyak orang yang tertarik untuk beli. Selain itu, juga banyak brand mengeluarkan baju shimmer. Terus pas ada acara fashion show di Jakarta kemarin banyak yang pakai baju shimmer,” tuturnya.

Sementara itu, Miru menuturkan trend baju shimmer juga banyak diminati di Kudus. Bahkan, baju shimmer yang diproduksi oleh Luna sudah habis diburu oleh para peminat.

“Wah, di Kudus sangat ramai peminatnya. Bahkan shimmer di sini sudah sold out. Kalau baju shimmer di Luna tidak banyak produksi, ya, karena sifatnya accidental. Jadi, paling sekitar 200 buah saja,” ungkap Miru.

Baca juga: Rekomendasi Baju Lebaran Kaum Hawa yang Harganya Mulai Rp100 Ribuan

Miru melanjutkan, untuk harga di Luna memang dibanderol rata-rata dari Rp1-1,5 juta karena memang menjaga kualitas produk. Selama Ramadan ini, pihaknya juga mengalami peningkatan penjualan. Kalau hari biasa nota yang masuk sekitar 70 per hari, kalau Ramadan sampai 100 lebih.

“Untu Ramadan omzetnya mencapai Rp100 jutaan lebih per harinya. Konsumen beda-beda, ya, ada yang dari luar kota seperti Jepara, Pati, Juwana, dan Rembang. Tapi, kalau online udah dari mana-mana,” tambahnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER