Lindu Goyang Gedung DPRD Kudus, Pengungsi Malah Mengira Jokowi Datang

BETANEWS.ID, KUDUS – Getaran gempa atau lindu yang terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur terasa hingga Kabupaten Kudus. Bahkan, gempa susulan ketiga yang terjadi sekira pukul 15:54 WIB terasa lebih kencang dan membuat korban banjir yang pengungsi di aula gedung DPRD Kudus pun tunggang langgang lari keluar.

Salah satu pengungsi, Sukesi mengatakan, saat terjadi lindu, ia sedang tiduran bersama cucunya. Ia pun kaget ketika gedung DPRD Kudus horeg (goyang-goyang).

“Saya kira Pak Jokowi jadi datang ke Kudus. Pak Jokowi datang, kok, sampai gedung horek semua (bergetar semua). Tapi, saya kemudian sadar bahwa ini lindu,” ujar Sukesi.

-Advertisement-

Baca juga: BPJS Kesehatan Kudus Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Banjir

Sembari memangku cucunya, Sukesi melanjutkan ceritanya. Ketika sadar bahwa yang terjadi adalah lindu, ia kemudian bergegas membawa cucunya keluar aula gedung DPRD Kudus.

“Saya langsung gendong cucu dan bawa keluar. Khawatir gedungnya roboh,” katanya.

 Sukesi sendiri merupakan warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus yang menjadi korban banjir. Ia mengaku sudah mengungsi sekira sepekan.

“Sudah seminggu saya mengungsi. Sebab rumahku kebanjiran setinggi perut orang dewasa,” ungkapnya sembari memegang perutnya.

Ia mengatakan, mengungsi di aula gedung DPRD Kudus sangat terjamin. Makan dan minum disajikan prasmanan, sehingga ambilnya sepuasnya.

“Terkait makan dan minum terjamin. Tapi, kami berharap banjir cepat surut dan bisa segera pulang,” harap Sukesi yang mengaku mengungsi bersama anak dan cucunya.

Sementara itu, anggota DPRD Kudus Muhtamat, mengatakan, aula gedung DPRD memang disulap untuk jadi tempat pengungsian. Sebab, sejak sepekan lalu bencana banjir melanda Kota Kretek dan Demak.

Baca juga: 8 Pompa Air Dikerahkan untuk Sedot Banjir di Tanggulangin Kudus

“Jumlah pengungsi di aula DPRD Kudus ini cukup banyak, lebih dari seribu orang. Untuk logistik kami pastikan aman. Namun, apabila ada yang ingin berdonasi, kami tetap mempersilahkannya,” ujar Muhtamat.

Ia pun berharap, donasi yang diberikan tak melulu terkait kebutuhan pangan. Namun, bisa berupa terapi, trauma healing atau hiburan lainnya.

“Hal itu agar para korban banjir tidak jenih di pengungsian, terutama anak-anak,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER