Terapi Pencegahan yang Tak Maksimal jadi Tantangan Penanggulangan TBC di Pati

BETANEWS.ID, PATI – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pati jumlahnya terhitung cukup tinggi. Terkait hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati melakukan berbagai langkah untuk mencegah meningkatnya penyakit ini.

Namun, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pati, Joko Leksono, upaya penanggulangan penyakit TBC tersebut masih belum maksimal.

Baca Juga: Ini Nama-nama 50 Caleg Terpilih yang Mendapatkan Kursi DPRD Pati Periode 2024-2029

-Advertisement-

Joko menyebut, salah satu yang menjadi kendala untuk penanggulangan TBC adalah pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) yang masih belum maksimal.

Menurutnya, terapi pencegahan tuberkolosis ini menyasar terhadap orang satu rumah yang sering berinteraksi terhadap penderita tuberkolosis. Atau katanya, tetangga di lingkungan sekitar orang yang menderita tuberkolosis.

“Ya memang karena mereka merasa sehat. Orang di sekitar penderita ini biasanya enggan untuk diobati atau diterapi. Apalagi hasil laboratorium menyatakan negatif, ” ujarnya.

Padahal katanya, terapi pencegahan tuberkolosis ini sebenarnya diberikan karena memang ada kuman TBC dalam tubuh seseorang. Namun, hal itu belum terdeteksi dikarenakan kekebalan tubuh yang mampu melawan kuman mikrobacterium glukosa tersebut.

Menurutnya, terapi pencegahan tuberkolosis ini mutlak dilakukan selama enam bulan sebagai pencegahan penyakit tuberkolosis tersebut.

“Pendekatan dan edukasi kepada orang di sekitar penderita terus kami lakukan. Hal ini untuk mencegah infeksi latrb tuberkolosis yang dapat berkembang di paru-paru sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Baca Juga: Pati Kembali Raih Penghargaan Adipura untuk Kategori Kota Kecil

Selain itu, penanggulangan TBC di Pati juga terkendala hal lainnya. Pihaknya, juga banyak menemukan kader yang tidak aktif, baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Ia menyebut banyak kader di Batangan dan Juwana yang sekarang tidak aktif.

“Kami berharap masyarakat masih mempunyai niat tulus menjadi kader seperti kecamatan lain. Dalam hal ini kader MSI itu sangat membantu dalam pencegahan TBC,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER