BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa yang tak kenal mainan gerabah yang biasanya dijual saat ada event, salah satunya Tradisi Dandangan. Mainan yang diproduksi di Kecamatan Mayong, Jepara itu seperti tak pernah absen saat ada gelaran penyambut Ramadan di Kabupaten Kudus.
Salah satu lapak yang cukup ramai dikunjungi pembeli adalah milik Hartantik (61) di Jalan Sunan Kudus, Desa Demaan, tepatnya di dekat lampu merah.
Di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Hartantik bersedia berbagi cerita tentang usaha mainan yang sudah ia jalani selama puluhan tahun itu. Dirinya mengaku selalu berkeliling dari event satu ke event lain di berbagai daerah.
Baca juga: Dandangan Jadi Magnet Pedagang, Ada yang Rela Sewa Tempat Hingga Rp24 Juta
“Dagang di Dandangan Kudus sudah lama sekali. Kalau pas nggak di Dandangan biasanya jualan di Purwogondo, Jepara, kalau pas masuk bulan puasa,” jelasnya, Kamis (29/2/2024).
Dirinya mengungkapkan, sudah buka lapak sejak sepekan lalu. Setiap harinya, dia bisa menjual hingga seratusan mainan.
“Kalau misal laku banyak, ya, untung bisa ganti uang makan. Tapi kalau sepi, ya, tekor,” beber ibu yang dikarunia empat orang anak itu.
Selain mainan gerabah, ia juga menyediakan bus mainan, barongsai, dan masih banyak lagi. Berbagai mainan itu ia jual mulai Rp3 ribu hingga yang paling mahal Rp100 ribuan.
“Yang paling sering dibeli ya kreweng (gerabah) gitu. Anak-anak kan suka,” tambahnya.
Baca juga: 750 Pedagang Meriahkan Tradisi Dandangan, Tarif Stand Capai Rp3 Juta
Namun, menurut Hartantik, Tradisi Dandangan tahun ini tidak begitu ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Dirinya mengungkapkan, tahun sebelumnya dagangannya bisa laku 100 hingga 200 biji setiap harinya.
“Kayak lebih ramai tahun kemarin, ya, mungkin karena sebelumnya sempat nggak ada Dandangan karena Covid-19. Tapi, nggak tahu juga, sih, kalau pas puncaknya bakal ramai atau nggak,” tutur perempuan asal Mayong, Jepara itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

