31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Pabrik Tahu Pak Sholeh di Sunggingan Ini Produksi Tahu Inul Lho, Segini Harganya 

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin terdengar cukup keras dari rumah produksi tahu yang ada di Jalan Mayor Busano, Desa Sunggingan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di sana, tampak beberapa karyawan tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing dalam pembuatan lauk berbahan kedelai itu. Beberapa di antaranya ada yang tengah mencuci kedelai, sementara lainnya sedang memotong tahu yang sudah dicetak menjadi beberapa bagian.  

Di antara kesibukan para karyawan itu, terlihat seorang perempuan yang sedang mengawasi dan sesekali mengecek hasil produksi tahu. Dia adalah Ajeng (34) salah seorang karyawan yang bertugas sebagai admin serta kasir di Pabrik Tahu Pak Sholeh.  

Di tengah kesibukannya, dirinya sudi menjelaskan produksi tahu di pabrik yang berdiri sejak 2013 lalu itu. Menurut dia, produksi harian mencapai 150-160 papan dengan jumlah isian macam-macam tergantung permintaan pembeli.

-Advertisement-

Baca juga: Pabrik Tahu di Kudus Ini Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Tak Perlu Bayar untuk Memanfaatkannya

“Biasanya paling banyak bentuk panjang dengan isian 44 buah tahu dan yang ukuran besar itu isinya 49 buah,” ujar Ajeng saat ditemui, Senin (19/2/2024). 

Ajeng menyebutkan, di Pabrik Tahu Pak Sholeh memiliki dua jenis tahu, yakni tahu biasa dan tahu inul. Di namakan tahu inul lantaran bentuknya yang lebih padat dan tinggi.  

Ajeng mengungkapkan, untuk distributor kedelai dia dapat dari Mejobo. Biasanya dalam sekali produksi membutuhkan 60 karung kedelai atau setara 50 kilogram. 

“Untuk harga tahu per papan Rp34 ribu. Satu tong biasanya isinya tiga papan,” beber Ajeng.

Baca juga: Jasa Pembuatan Booth Container di Kudus Banjir Pesanan, Harga Mulai Rp1,6 Juta

Dirinya mengatakan, biasanya pesanan tahu membeludak ketika momen-momen tertentu, di antaranya nikahan, Ramadan, dan Lebaran. Saat momen-momen tersebut, produksi tahunya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari produksi biasanya. 

“Produksi tahunya biasa dikirim hingga ke Demak daerah Buyaran, Gajah, Purwodadi, Kudus sendiri kayak ke Babalan, Undaan, baik ke pasar-pasar hingga rumahan juga,” jelasnya. 

“Kita juga mengirim tahu ke pusat oleh-oleh di perbatasan Demak-Semarang yang nantinya mereka akan olah sendiri menjadi tahu kuning atau sejenisnya,” tambah Ajeng. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER