Kisah Heri, Nelayan Jepara yang Tak Lagi Risau Saat Mesinnya Mati di Tengah Laut

BETANEWS.ID, JEPARA – Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB ketika Heri Siswanto (56) mulai menjalankan mesin perahunya yang bersandar di bantaran Sungai SWD II, Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Selama belasan jam kemudian, Heri mempertaruhkan hidupnya di atas ombak. Ia biasanya baru kembali ke darat pada pukul 16.00 WIB, membawa hasil tangkapan ikan yang kemudian dijual oleh istrinya.

Namun, momok paling menakutkan bagi nelayan seperti Heri adalah ketika mesin perahunya mendadak mati di tengah laut. Saat hal itu terjadi, perjalanan melautnya memang masih bisa berakhir dengan selamat. Akan tetapi, keesokan harinya ia harus libur melaut untuk memperbaiki mesin perahunya yang rusak.

-Advertisement-

“Kalau mesin rusak, otomatis libur, enggak bisa ngelaut karena harus servis mesin. Kadang-kadang satu minggu, paling lama sebulan sekali pasti minta servis,” kenang Heri, menceritakan masa-masa sulitnya dengan mesin lama saat ditemui di bantaran Sungai SWD II, turut Desa Karangaji, Sabtu (27/6/2026).

Biaya perawatan yang dikeluarkan Heri saat mesinnya rusak juga tidak murah. Sekadar mengganti satu set onderdil gigi mesin bisa menguras kantongnya hingga Rp530 ribu.

Kini, Heri bisa melaut dengan lebih tenang tanpa rasa cemas, meski harus berlayar sejauh 30 hingga 50 mil dari tempat perahunya bersandar. Hal itu karena ia mendapat bantuan dua unit mesin berkekuatan 24 PK dari program CSR BRI Jepara.

Sebelum perahunya dilengkapi tiga unit mesin seperti sekarang, Heri awalnya hanya menggunakan satu mesin di lambung perahunya. Ia kemudian mengikuti studi banding ke Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, yang diadakan oleh Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara.

Dari situ, Heri mengetahui bahwa perahunya dapat dioperasikan dengan dua mesin berkekuatan 16 hingga 22 PK. Ia lalu menabung untuk membeli satu unit mesin baru sebagai tambahan sehingga perahunya dioperasikan dengan dua mesin selama hampir 10 tahun.

Namun, penggunaan dua mesin itu bukan tanpa kendala. Keduanya kerap mengalami kerusakan. Terakhir, setelah Lebaran Idulfitri lalu, salah satu mesinnya pecah setelah digunakan melaut.

“Alhamdulillah, saat mesin saya rusak ada bantuan mesin baru dari BRI. Saya dapat dua mesin, jadi bisa ganti mesin yang rusak,” kata Heri, yang juga merupakan Ketua Kelompok Nelayan Dharma Laut, Desa Karangaji.

Kelompok nelayan yang beranggotakan 37 orang tersebut sebelumnya mengajukan permohonan bantuan mesin kepada BRI.

Berkat bantuan itu, perahunya kini dapat dioperasikan menggunakan tiga mesin sekaligus. Tidak hanya menambah tenaga, bantuan tersebut juga menjadi solusi agar Heri tidak terlalu sering absen melaut ketika salah satu mesin mengalami kerusakan.

Jika dulu hampir setiap bulan, bahkan terkadang hanya berselang beberapa minggu, ia harus menservis mesin, kini ia bisa melaut dengan lebih tenang. Pasalnya, mesin baru umumnya dapat bertahan hingga dua tahun tanpa memerlukan servis.

Mesin lamanya dahulu sering membutuhkan perawatan karena sistem kerja alat tangkap nelayan mengharuskan mesin menyala penuh selama perjalanan melaut, mulai pagi hingga petang.

“Kalau sudah ada mesin baru bantuan dari BRI, sekarang jadi enggak banyak libur. Dengan tiga mesin, misalnya salah satu rusak, kita matikan satu, sambil jalan yang rusak bisa diservis. Kalau model mesin seperti ini, jadi enggak perlu banyak libur,” ucap Heri.

Tidak hanya memangkas hari libur akibat kerusakan mesin, bantuan mesin baru tersebut juga secara signifikan mendongkrak kecepatan operasional perahunya. Jika sebelumnya saat menarik jaring atau alat tangkap kecepatan perahu hanya sekitar 3 km/jam, kini mampu melaju hingga 5–6 km/jam.

Tarikan yang lebih kuat dan cepat itu membuat lebih banyak ikan tertangkap sehingga hasil tangkapannya meningkat sekitar 10 persen.

Dalam sehari melaut, Heri biasanya memperoleh sekitar 30 kilogram ikan. Hasil penjualannya mencapai sekitar Rp400 ribu. Setelah dikurangi biaya solar, pendapatan bersih yang diterimanya berkisar Rp200 ribu per hari.

“Masalah penghasilan tetap meningkat. Apalagi mesin baru kita kan enggak perlu biaya buat servis,” ujar Heri.

Dengan bantuan mesin baru yang membuat hasil tangkapan meningkat, Heri berharap dirinya yang kini juga menjadi nasabah BRI dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai tambahan modal untuk membeli kapal yang lebih besar.

“Anak saya yang nomor tiga itu pengin jadi nelayan, tapi saya bilang nanti saja kalau perahunya sudah ganti yang besar. Dengan bantuan mesin ini, semoga tangkapan ikan bertambah, bisa buat modal ambil KUR untuk beli kapal,” harap Heri.

Terpisah, Supervisor BRI Jepara, Ahmad Yusuf, mengatakan masyarakat Kecamatan Kedung yang berada di wilayah pesisir Jepara mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Karena itu, mereka membutuhkan bantuan mesin untuk menunjang operasional perahu.

Melalui Program CSR BRI Peduli, pihaknya memberikan bantuan tiga unit mesin perahu kepada Kelompok Nelayan Dharma Laut, Desa Karangaji, pada April 2026.

Sebelum bantuan disalurkan, pihaknya terlebih dahulu mengecek kondisi perahu nelayan calon penerima. Setelah dinilai sesuai dengan pengajuan, para nelayan kemudian diantar ke toko dan didampingi petugas BRI untuk memilih sendiri mesin yang akan digunakan.

“Yang tahu mesin yang dibutuhkan seperti apa itu kan nelayan. Jadi mereka memilih sendiri di toko dengan didampingi petugas BRI. Harapannya, bantuan itu bisa menambah penghasilan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan di Kedung karena mayoritas memang berprofesi sebagai nelayan,” kata Yusuf saat ditemui di Kantor BRI Jepara.

Kini, setiap kali Heri Siswanto bertolak dari bantaran Sungai SWD II, Desa Karangaji, ia tahu perahunya sudah jauh lebih siap menghadapi kerasnya gelombang.

Tiga mesin itu tidak hanya menggerakkan baling-baling perahu, tetapi juga menjadi harapan baru yang mengantarnya menuju impian memiliki kapal yang lebih besar demi meningkatkan kesejahteraan keluarga, tanpa lagi dihantui ketakutan mesin mati di tengah laut.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER