BETANEWS.ID, JEPARA – Warga Kabupaten Jepara sempat digegerkan oleh seorang pria yang diduga meninggal karena menjadi korban pengeroyokan setelah menonton pertunjukan orkes.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan setelah melakukan penyelidikan mendalam, pihaknya memastikan penyebab pria asal Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo itu meninggal karena mengalami kecelakaan tunggal.
Baca Juga: Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan
“Penyebab kematiannya bukan karena dikeroyok atau dianiaya. Tetapi karena laka tunggal,” kata Wildan pada Selasa, (27/1/2026).
Wildan melanjutkan penyelidikan dilakukan kepada beberapa orang saksi. Diantaranya teman yang diboncengkan korban dan warga sekitar di tempat kejadian perkara (TKP). Tepatnya di jalan raya wilayah Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri.
“Kami klarifikasi ke pemboncengnya, dan dia mengakui memang kecelakaan tunggal. Ada saksi di TKP yang mendengar kejadian tersebut,” ungkap Wildan.
Saat itu, Wildan mengatakan korban dan temannya dalam pengaruh minuman beralkohol. Sehingga pada saat terjadi kecelakaan, teman korban juga dalam kondisi tidak sadar.
Dari hasil autopsi, Wildan mengatakan korban mengalami benturan benda tumpul pada bagian kepala.
“Benturan benda tumpul di kepala itulah yang menyebabkan kematian korban,” jelasnya.
Karena hasil penyelidikan disimpulkan kematian korban karena kecelakaan lalulintas, maka Wildan menyerahkan kasus ini kepada Satlantas Polres Jepara.
Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi
Diberitakan sebelumnya, warga Jepara digegerkan dengan kematian Ary. Banyak asumsi liar yang menyebut Ary meninggal karena dikeroyok ketika atau usai nonton orkes di Desa Guyangan.
Ary meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (25/1/2026) di rumah sakit. Karena insiden itu menimbulkan asumsi liar, maka oleh pihak Kepolisian dilakukan autopsi dan penyelidikan untuk memperoleh fakta sesungguhnya.
Editor: Haikal Rosyada

