31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Tiga Motor Milik THL DPRD Jepara Ikut Jadi Korban Penjarahan 

BETANEWS.ID, JEPARA – Tiga sepeda motor pribadi milik pribadi ikut menjadi korban saat terjadi peristiwa pembakaran dan penjarahan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara pada Minggu, (31/8/2025) dini hari.  

Tiga sepeda motor tersebut diketahui merupakan milik pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja sebagai cleaning service di Kantor DPRD Kabupaten Jepara. 

Baca Juga: Gunakan Dana BTT, Pemkab Masih Hitung Kerugian Kebakaran Gedung DPRD Jepara 

-Advertisement-

Tiga sepeda motor yang dibakar massa yaitu Supra, Mio, dan Kawasaki Bleat milik Mahmudi, A. Rizal, dan Ali Mursyid. 

Salah satu pemilik sepeda motor, A. Rizal bercerita saat peristiwa penjarahan, seluruh karyawan DPRD Kabupaten Jepara memang disiagakan untuk menjaga kantor. 

Namun saat itu, karena ia mengira kondisi tidak akan ricuh, ia bersama dua temannya pemilik sepeda motor yang dibakar, pergi keluar untuk membeli makan. Ia bersama dua anggota temannya keluar dengan mengendarai sepeda motor diantar oleh dua anggota TNI. 

“Saya tadinya keluar beli makan pakai motor Supra di simpang ruwet. Ngiranya tetep adem ayem, sampai sini pukul 00.30 WIB, parkir di belakang dekat gudang, ketika keluarpun di kawal oleh dua anggota TNI pakai Trail,” katanya saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Jepara pada Rabu, (3/9/2025). 

Tidak berselang lama, saat ia dan dua temannya sudah sampai di Kantor DPRD Jepara, tanpa adanya orasi, massa aksi tiba-tiba ricuh. 

“Sampai sini sempat membagikan makanan tapi belum komplit, tiba – tiba ramai, tanpa orasi massa langsung jebol pagar,” tambahnya. 

Mengetahui hal tersebut, Arizal bersama karyawan lainnya kemudian berlari untuk mengamankan diri. 

Setelah berhasil mengamankan diri, awalnya ia tidak mengetahui jika motornya dan motor milik kedua temannya ikut menjadi korban. Ia baru mengetahui motornya ikut dibakar massa saat melihat video viral di media sosial. 

“Saya tidak tahu, saya tahu ketika melihat video di HP. Motor saya dibakar di pos polisi,” ujarnya. 

Ia mengatakan tiga sepeda motor yang ikut menjadi korban dibakar oleh massa di dua tempat berbeda. Dua motor yaitu Supra dan Kawasaki Bleat dibakar massa di dekat Pos Penjagaan Polisi yang berada di depan Kantor BRI. Sedangkan satu motor lainnya bermerk Mio dibakar di Halaman Kantor DPRD.  

Paska terjadinya aksi demo, Arizal bersama temannya mencoba datang untuk mengecek sisa motornya ke lokasi pembakaran. Tetapi saat berada di lokasi, ternyata tidak menemukan sisa motor yang terbakar. Ia hanya menemukan satu bangkai motor milik temannya yang dibakar di halaman Kantor DPRD Jepara.

“Mio dibakar di halaman kantor DPRD, dua motor di dekat pos itu sisa motornya sudah tidak ada, hanya ada yang di halaman DPRD,” ungkapnya. 

Setelah motornya dibakar, Arizal terpaksa menggunakan motor yang biasanya digunakan oleh istrinya untuk mengantar anak ke sekolah. 

“Saya punya dua motor, kalau yang di bakar memang buat harian berangkat kerja yang supra. Ini terpaksa pakai motor istri dulu yang biasanya dipake buat anter anak sekolah,” ujarnya. 

Pria yang telah bekerja selama 15 tahun ini masih bingung lantaran sampai saat ini belum mendapatkan kepastian apakah diganti atau tidak.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Pelaku Aksi Demonstrasi di Jepara Bertambah Dua Orang 

“Sampai saat belum ada obrolan akan diganti atau dibantu, tapi gimana lagi,” ujarnya.

Ketiga orang THL Cleaning servis DPRD Kabupaten Jepara masih berharap adanya bantuan ataupun pergantian sepeda motor yang menjadi korban dari massa aksi.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER