31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Kondisi Perekonomian Lesu, Ratusan Kios dan Los Pasar Baru Kudus Tutup

BETANEWS.ID, KUDUS – Kondisi pasar tradisional di Kudus kian memprihatinkan. Tak hanya Pasar Kliwon dan Pasar Bitingan, di Pasar Baru ratusan kios dan los juga tutup akibat sepinya pembeli. 

Apalagi, kondisi perekonomian saat ini yang sedang menurun dan daya beli masyarakat tak seperti kondisi normal. Hal tersebut membuat sejumlah pedagang tak lagi bisa bertahan dan memilih menutup kios maupun los mereka.

Baca Juga: Homebase Bakal Direnovasi, Persiku Berharap Bisa Berkandang di Stadion Jatidiri, Ini Alasan Manajemen

-Advertisement-

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono mengatakan, sepinya pembeli berkunjung ke pasar tradisional mulai terasa sejak pandemi covid 19. Hal ini diperparah dengan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang menurun. 

“Kondisi perekonomian menurun, pengunjung pasar berkurang, omzet pedagang menurun, penjualan tidak bisa menutup biaya modal pedagang, sehingga sementara mereka menutup kios maupun los-nya,” bebernya saat ditemui, Kamis (11/9/2025).

Ia menyebut, dari total kios dan los di Pasar Baru sebanyak 994 unit, ada 312 unit atau kurang lebih 30 persennya tutup. Rinciannya, sebanyak 188 kios, 75 unit tutup, sementara jumlah los hingga 806 unit, 237 unit telah tutup. 

Untuk kios dan los kosong tanpa penghuni ada sebanyak 19 kios dan 124 los. Jumlah kosongnya tempat ini memang tidak berpenghuni alias tak bertuan. 

“Pasar Baru sebenarnya mulai aktif sejak tahun 2017, tapi setelah Covid-19 kondisinya menurun. Hampir semua pasar mengalami penurunan, tidak hanya di Pasar Baru,” sebutnya.

Sedangkan, katanya, jumlah pedagang yang masih aktif dan bertahan, ada sebanyak 94 kios dan 443 los. Menurutnya, beberapa pedagang yang bertahan merupakan pedagang yang menjual hasil bumi dan pangan.

“Jadi yang bisa bertahan itu pedagang yang menjual makanan dan minuman serta barang-barang ketahanan pangan. Selebihnya seperti konveksi tutup karena penjualan tidak lagi bisa menopang kelangsungan hidup mereka,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi ini, Disdag Kudus telah melakukan sejumlah upaya perbaikan. Hal itu dilakukan untuk menunjang fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) pasar.

Baca Juga: Siap Jalankan Instruksi Presiden, Bupati Sam’ani: ‘Siskamling di Kudus Sudah Jadi Budaya’

“Kami melakukan pembinaan kepada pedagang dan perbaikan sarana prasarana pasar. Salah satunya, kita berencana membuka akses jalan pasar, agar tidak melulu bergantung pada pintu masuk di bagian tengah,” terangnya.

Agus menambahkan, langkah tersebut diharapkan dapat kembali menggairahkan aktivitas jual beli di Pasar Baru. Sehingga pedagang bisa bangkit dan pasar tetap hidup sebagai salah satu pusat perekonomian masyarakat Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER