BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama para organisasi masyarakat (Ormas) dan para tokoh keagamaan menggelar Deklarasi Kudus Damai, Senin (1/8/2025). Deklarasi tersebut menyikapi situasi nasional yang terdapat gelombang demonstrasi disertai dengan aksi anarkis dan penjarahan.
Deklarasi Kudus damai diselenggarakan di Pendopo Kudus. Total ada 30 ormas dan tokoh keagamaan yang hadir. Deklarasi tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kudus, Sekda Kudus, Kapolres Kudus, Dandim 0722/Kudus yang diwakili oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) dan Forkompimda lainnya.
Baca Juga: Disdikpora Kudus Imbau Kepsek dan Guru Awasi Pelajar
Bupati Sam’ani menyampaikan, deklarasi ini guna mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi dan kondisi Kabupaten Kudus supaya damai, ayem dan tentrem. Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten.Kudus untuk menggiatkan lagi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
“Giatkan lagi Siskamling yang ada di Kabupaten Kudus terutama di desa-desa. Jangan sampai terprovokasi,” ujar Sam’ani kepada awak media.
Selain itu, Sam’ani juga mengimbau, agar masyarakat jangan termakan berita-berita hoax yang selebaran di media sosial (medsos). Semua informasinya yang didapat lebih baiknya dikonfirmasi kebenarannya terlebih dulu.
“Masyarakat harus lebih bijak ketika ada informasi atau flyer yang arahnya provokatif. Mohon dikonfirmasi terlebih dulu, agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.
Selama ini, tuturnya, koordinasi antar Forkopimda, bahkan sampai tingkat desa dan RT terus dilakukan. Hal tersebut guna menjaga keadaan Kudus tetap kondusif.
“Jangan sampai di Kudus ini nanti ada penumpang-penumpang gelap yang memberikan provokasi-provokasi untuk melakukan kekisruhan. Kami juga berharap, agar keadaan Indonesia segera pulih,” harapnya.
Sekali lagi, Bupati Sam’ani mengajak semua masyarakat untuk menciptakan kondusifitas. Serta meminta untuk menjaga Kabupaten Kudus bersama-sama.
“Mari kita jaga bareng-bareng Kabupaten Kudus yang kita cintai ini. Tanpa dukungan masyarakat, kita tidak bisa apa-apa,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

