BETANEWS.ID, PATI – Momen tak biasa terjadi usai rapat cipta kondisi yang digelar di Pendapa Kabupaten Pati, Senin (1/9/2025). Bupati Pati Sudewo terlihat menghindari wartawan yang hendak meminta keterangannya.
Awalnya, Sudewo memimpin rapat yang dihadiri Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, hingga sejumlah perwakilan SMA/SMK di Pati.
Baca Juga: Puluhan Warga Talun Pati Geruduk Balai Desa, Persoalkan Pj Kades hingga Transparansi
Namun, begitu acara usai dan wartawan mencoba melakukan wawancara terkait demo di KPK, Bupati terlihat langsung berbalik arah dan meninggalkan lokasi.
Selang beberapa saat, wartawan akhirnya ditemui oleh Kapolresta Pati Jaka Wahyudi, didampingi Dandim Pati dan Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.
Kapolresta menegaskan, bahwa rapat tersebut digelar sebagai bentuk koordinasi Forkopimda dengan berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan.
”(Termasuk dengan) tokoh agama dalam rangka untuk sinergitas menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Pati ini yang kondusif,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Lebih lanjut, ia menekankan rapat juga menyinggung dinamika nasional, di mana kericuhan kerap mewarnai aksi demo di sejumlah daerah.
”Kita sama-sama mempunyai niat baik, mempunyai komitmen untuk sama-sama memiliki kepedulian untuk menjadi Pati yang kondusif,” imbuhnya.
Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar tak mudah terbawa arus ajakan di media sosial yang berpotensi memicu kerusuhan.
”Sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan ajakan agenda yang mungkin masyarakat Pati sendiri menghendaki masyarakat tetap kondusif. Tidak anarki, tidak merusak dan tidak bakar-bakaran,” ucapnya.
Baca Juga: Doakan Keselamatan Bangsa, Ribuan Siswa Madrasah Salafiyah Kajen Gelar Istighosah
Untuk diketahui, di Jakarta, ratusan warga yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK hari ini, Senin (1/9/2025). Mereka menuntut agar lembaga antirasuah segera menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dugaan kasus korupsi jalur kereta api.
Sudewo disebut-sebut menerima suap dalam proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan saat dirinya masih menjabat anggota DPR RI pada 2023 lalu.
Editor: Haikal Rosyada

