31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Antisipasi Gejolak di Kudus, Obyek Vital Jadi Fokus Pengamanan

BETANEWS.ID, KUDUS – Menyikapi situasi nasional yang terjadi aksi demonstrasi dan berujung ricuh di beberapa daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut serta dalam pengamanan di Kabupaten Kudus. Ada beberapa titik yang jadi fokus pengamanan, termasuk rumah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0722/Kudus, Mayor Inf. Muhlisin menyampaikan, untuk menjaga keamanan di Kota Kretek ada dua tindakan yang dilakukan, yakni intelejen dan teritorial.

Baca Juga: Kejuaraan Menembak Pura Group Bakal Jadi Agenda Tahunan, Dongkrak Ekonomi Kudus

-Advertisement-

“Intelejen itu untuk mendeteksi dini dan cegah dini. Sementara teritorial itu temu cepat, lapor cepat,” ujar Mayor Inf. Muhlisin kepada awak media di Pendopo Kudus, Senin (1/9/2025).

Lebih lanjut Mayor Inf. Muhlisin menyampaikan, bahwa situasi saat ini sangat dinamis. Sehingga psikologis masyarakat agak labil. Maka dari itu, emosi, motivasi, opini, dan tingkah laku masyarakat harus tetap terjaga.

“Karena itu yang rawan. Ketika hal itu dirubah oleh orang tak bertanggung jawab, pasti akan terprovokasi,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa titik fokus pengamanan di Kabupaten Kudus. Di antaranya, kantor pemerintahan, Mapolres Kudus dan jajarannya, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, kantor bank dan beberapa obyek-obyek vital.

“Sebab di Kudus ini juga banyak perusahaan-perusahaan besar yang harus juga diamankan,” jelasnya.

Disinggung apakah rumah Manteri ATR/BPN Nusron Wahid juga jadi titik fokus pengamanan, Mayor Inf. Muhlisin membenarkannya. Dan sebenarnya wilayah Kabupaten Kudus semua dijaga.

“Di lapangan itu, kita lakukan tindakan preemtif dan preventif. Kalau bisa, niat saja itu dicegah. Oleh karena itu, kita komunikasi dengan perusahaan terkait buruhnya. Serta komunikasi dengan para kepala sekolah, SMP dan SMA terkait siswanya,” sebutnya.

Untuk melakukan pengamanan di Kabupaten Kudus, kata dia, Kodim 0722/Kudus dapat bantuan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) 2 Batalion Yonif Kavaleri (Yonkav) atau dua peleton pasukan. Dua peleton prajurit tersebut saat ini dikonsolidasikan di gedung DPRD Kudus.

“Tetapi, nantinya mobile. Kami patroli setiap hari, per tiga jam dan ada jam yang acak. Tujuannya agar patroli tersebut tidak bisa dibaca dan diketahui oleh kelompok-kelompok tak bertanggung jawab,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya ingin agar ada berbagi informasi antar intelijen di daerah. Menurutnya, intelijen daerah itu ada Badan Intelijen Nasional Daerah (BINDa), ada kasi intelijen dari Kodim, kasi intelijen Polres, Kasi Intelijen Kejaksaan, Kasi Intelijen Bea Cukai, dan Kesbangpol.

Baca Juga: Disdikpora Kudus Imbau Kepsek dan Guru Awasi Pelajar

Sehingga informasi yang didapat terkait perkembangan ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan ekonomi bisa saling berbagi. Tujuannya, agar bisa lebih tajam memperikarakan keadaan (Kirka).

“Ketika kita sudah bisa membuat Kirka yang tajam dan kita maping di situ, maka kita akan tahu obyek-obyek mana yang kita utamakan, baik personel maupun materiilnya. Jadi jangan dibilang Kudus kondusif, tapi mohon maaf itu karena Kirka kami yang tajam,” tandas Mayor Inf. Muhlisin.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER