31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

63 SD di Kudus Bakal Terima Bantuan Smart Board IFP dari Pemerintah

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 63 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus terpilih secara acak oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menerima bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart Board. Bantuan ini diharapkan mendukung pembelajaran berbasis digital, khususnya permainan interaktif hingga pemrograman kecerdasan buatan (AI).

Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, membenarkan adanya program tersebut. Menurutnya, basis pemilihan sekolah penerima dilakukan dengan melihat data sarana dan prasarana melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

Baca Juga: Siswa Dipenuhi Rasa Was-was, Ruang Darurat SD 2 Purwosari Terdapat Tiga Plafon Berlubang

-Advertisement-

“Benar, Kudus mendapat 63 sekolah yang dipilih secara random. Basisnya dari Dapodik, sesuai data yang ada. Kemarin pihak kementerian meminta konfirmasi melalui Dapodik,” jelasnya, belum lama ini.

Konfirmasi tersebut, katanya, agar Kemendikdasmen lebih mudah menyalurkan bantuan Smart Board IFP tersebut. Selain itu, untuk memastikan supaya sekolah yang dipilih secara random benar-benar menerima bantuan dan merawat dengan baik.

Ia menyebut, puluhan SD yang dipilih secara acak itu di antaranya meliputi, SD 3 Lau, SD 3 Klumpit, SD 3 Klaling, SD 3 Mejobo, SD 3 Mijen, SD 3 Papringan, SD 3 Kajar, SD 3 Karangmalang, SD 3 Karangampel, SD 3 Kaliyoso, SD 4 Getas Pejaten, SD 4 Gribig, dan puluhan sekolah lainnya.

“Distribusi IFP memang belum dilakukan, karena saat ini masih tahap konfirmasi data. Kita masih menunggu jadwal distribusi bantuan lebih lanjut dari pusat,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran perangkat Smart Board IFP akan sangat membantu proses pembelajaran di sekolah dasar. Selain bisa digunakan untuk metode pembelajaran interaktif, perangkat ini juga mendukung pengenalan program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi siswa.

Baca Juga: Kabar Baik, Gas Metana TPA Tanjungrejo Bakal Disulap Jadi Pengganti Elpiji dan Disalurkan ke Warga

“Program ini tentu kami sambut baik. Harapannya sekolah-sekolah bisa lebih bersemangat beradaptasi dengan teknologi pembelajaran baru, sekaligus melatih literasi digital anak sejak dini,” imbuhnya.

Sebagai informasi, program penyaluran Smart Board IFP ini sebagai langkah pemerintah untuk memperkuat literasi melalui digitalisasi, sekaligus menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Program tersebut ditargetkan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER