BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek Kudus kembali sosialisasikan kajian koleksi hasil hibah dari berbagai perusahaan rokok di Kabupaten Kudus, Kamis (11/9/2025). Seminar itu dilakukan usai kajian yang melibatkan tenaga ahli dari Museum Ronggowarsito, Semarang.
Setidaknya ada sekitar 104 koleksi hasil kajian yang dilakukan pada tahun ini. Di antaranya meliputi, koleksi bungkus rokok, etiket, repro foto perusahaan, dan alat promosi berupa cangkir dan sebagainya.
Baca Juga: Target 33 Ribu Pekerja Rentan, Ojol Kudus Mulai Didata untuk BPJS Ketenagakerjaan Gratis
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah menyampaikan, hasil kajian koleksi disosialisasikan kepada masyarakat untuk memberikan manfaat. Agar secara histori bisa memberikan wawasan lengkap adanya koleksi yang dimiliki oleh Museum Kretek.
“Kami melakukan kajian bersama tenaga ahli, lalu disosialisasikan kepada masyarakat bahwa museum kretek kini memiliki koleksi baru. Harapannya bisa menjadi daya tarik, terutama untuk pendidikan,” bebernya.
Selain memperkuat koleksi, Mutrikah menuturkan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan perbaikan sarana prasarana tempat wisata di Kudus. Hal itu dilakukan berguna untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung hingga outputnya bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Kami melakukan penataan taman, penanaman bunga, serta membuat spot swafoto. Harapannya museum tetap menghadirkan Sapta Pesona—bersih, indah, dan sejuk,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya, Sudarman menjelaskan, agenda kajian koleksi menjadi agenda rutin setiap tahun. Di mana ada banyak koleksi yang harus dikaji sebelum dipamerkan di Museum Kretek.
“Koleksi hibah ini memiliki nilai historis yang penting bagi masyarakat. Kebanyakan berupa bungkus rokok, karena itu menjadi identitas dari merek-merek mereka. Ada juga alat linting dari Nojorono yang masuk pada awal 2024,” jelasnya.
Menurut Darman, total koleksi Museum Kretek saat ini mencapai sekitar 1.200 item. Dari jumlah itu, sebanyak 104 koleksi telah dikaji dan diseminarkan pada tahun ini. Koleksi tersebut di antaranya bungkus rokok dari Nitisemito, M. Sukandar, M. Kandar, M. Fitrio, PR Sidodadi, Langsep, serta repro foto perusahaan, etiket, hingga alat promosi berupa cangkir.
Baca Juga: Dapat Alokasi 20 Persen Dana Desa, BUMDes Kudus Diharapkan Jadi Motor Ketahanan Pangan
“Sebagian sudah dipamerkan, sebagian lainnya masih tersimpan di storied. Uniknya, dari hasil seminar, keluarga-keluarga yang kami undang justru ada yang menambah hibah koleksinya. Bahkan hari ini ada yang berencana menyumbangkan lagi, berupa bungkus rokok,” paparnya.
Kajian koleksi tahun 2025 ini, lanjut dia, mengkaji koleksi periode 1945–1950. Harapannya, koleksi yang dipamerkan dapat memperkaya pengetahuan publik tentang sejarah panjang industri kretek di Kudus sekaligus mempertegas identitas Kudus sebagai Kota Kretek.
Editor: Haikal Rosyada

