BETANEWS.ID, PATI – Isu tuntutan masa aksi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu agar Bupati Pati Sudewo lengser kian menguat. Desakan agar Bupati Sudewo lengser itu dimunculkan dalam sejumlah spanduk. Seperti spanduk bertuliskan “Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo atau Jateng Boikot Partai Gerindra” serta “Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Kesatria Atau Di Lengserkan Rakyat Secara Paksa”.
Selain itu, adapula banner yang memuat tangkapan layar berita terkait dugaan KPK menyita Rp3 Miliar dari Sudewo.
Baca Juga: Kapal Bersandar di Sungai Juwana Terbakar, Water Canon Turun Tangan
Sementara itu, dari pantauan di lapangan antusias masyarakat untuk mendukung aksi 13 Agustus masih begitu tinggi. Bahkan hingga Selasa (12/8/2025) sore donasi berupa air minum dan snack masih berdatangan.
Tak sedikit emak-emak yang ikut membantu membungkus jajanan ke bungkusan kecil-kecil untuk nantinya dibagikan. Massa yang berkumpul di alun-alun pun semakin banyak.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto mengaku terharu lantaran masyarakat bisa guyub rukun dalam gerakan tersebut. Dia menyebut warga tak saling mengenal namun sukarela membantu.
Ia pun menyebut, diperkirakan massa aksi yang datang pada unjuk rasa besok bisa mencapai 150 ribu orang.
“Masa terbaru perkiraan 3 kali lipat dari omongan Sudewo, bisa 150 ribuan orang,” ujarnya.
Terkait munculnya pesan gelap yang menyatakan aksi batal, Teguh mengaku tak mengetahui.
“Tapi yakinlah jika Masyarakat Pati Bersatu tetap seperti di awal. Tanggal 13 Agustus tetap aksi,” ujar dia.
Teguh juga menegaskan jika dalam aksi pada 13 Agustus 2025 besok, tuntutan mereka agar Sudewo mundur dari jabatannya.
“Sudewo belum pantas menjadi pemimpin Kabupaten Pati,” tegas dia.
Baca Juga: Bak Hajatan, Emak-emak Bungkusi Jajanan di Posko Donasi Demo Depan Kantor Bupati Pati
Teguh menyebut, terkait narasi boikot Gerindra, dia berharap agar Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra agar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Sudewo dari partai Gerindra, Prabowo itu Presiden sekaligus pemilik Gerindra. Harapan kami Prabowo tahu apa yang terjadi sebenarnya bahwa rakyat Pati tidak menginginkan Sudewo untuk memimpin karena sudah mengecewakan rakyat. Sehingga seharusnya Prabowo bisa memilih, yaitu memilih warga Pati atau satu orang, Sudewo,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

