31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Panen Kopi Desa Japan Ditarget Naik Hingga 400 Ton Tahun Ini

BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Japan, Kecamatan Dawe yang dikenal sebagai penghasil kopi Muria terlegit membrending diri sebagai ‘Negeri Kopi’. Desa yang berada paling Utara di Kabupaten Kudus itu menargetkan, tahun ini panen kopi bisa meningkat berkali-kali lipat hingga 100 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Desa Wisata Japan, Mutohar di sela kegiatan Japan Festival 2025 yang digelar di Balai Desa Japan. Menurutnya, tahun ini panen kopi dengan luasan 75 hektar, lebih baik dari tahun lalu. Jika biasanya panen kopi rata-rata hanya mencapai 200 ton, di tahun ini bisa sampai 300-400 ton.

“Karena dilihat dari biji kopi yang sudah tumbuh lebih banyak dan bagus dari pada tahun ini. Sehingga perkiraan dan target kami panen lebih banyak dari tahun lalu,” jelasnya.

-Advertisement-

Baca juga: Berminat Ikut Lelang Pengelolaan Parkir di Kudus? Begini Syaratnya

Ia menjelaskan, di tahun lalu di mana harga kopi yang meningkat secara drastis hasilnya belum begitu maksimal seperti yang diharapkan. Maka dari itu, petani kopi sangat berharap panen kopi tahun ini jauh lebih baik lagi.

“Petani berharapnya di tahun ini lebih bagus lagi. Karena tahun kemarin bisa dibilang oke dan cukup melimpah, tapi belum memenuhi target. Untuk harga di tahun lalu juga terbantu, karena ada faktor panen di Afrika yang kemarin gagal, jadi harga naik,” ujarnya.

Pihaknya bersyukur, setidaknya petani kopi di daerahnya sudah mulai teredukasi untuk memanen kopi yang sudah berwarna merah. Sebab sebelumnya petani di sana masih memanen kopi secara rata, baik petik merah maupun yang masih berwarna hijau atau sering disebut curah. 

“30 persen petani di sini sekarang sudah mulai teredukasi untuk petik merah. Sehingga sangat terbantu untuk menguatkan branding Negeri Kopi, lantaran kopi Japan khususnya sudah terkenal legit,” tuturnya.

Secara serapan, kata Tohar, kopi Japan belum bisa mengcover permintaan pasar secara luas. Saat ini pihaknya hanya mampu mensuplai di kawasan Provinsi Jawa Tengah, mengingat kedai kopi yang saat ini menjamur di beberapa tempat.

“Di nasional saja kita belum bisa memenuhinya, apalagi pernah ada tawaran untuk mensuplai hingga luar negeri. Kalaupun bisa hanya sekali saja, padahal untuk permintaan ke luar negeri bisa rutin, dan kita tidak mampu,” terangnya.

Sebab menurutnya, kopi Japan dari segi rasa memiliki cita rasa khas yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Sehingga banyak permintaan kopi yang berdatangan dari berbagai daerah. 

Baca juga: MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 Upaya Cetak Atlet Panahan Masa Depan

“Kopi Muria, khususnya yang berasal dari Japan ini memiliki cita rasa khas. Karena tumbuhan kopi di sini tumpang sarinya ada jeruk pamelo, yang bisa membuat cita rasa membuat asam,” bebernya.

Meski memiliki rasa khas, Kopi Muria terutama di desa Japan belum begitu mengangkat, dan masih kalah dengan daerah lain, seperti Temanggung. Hal tersebut menjadi PR kedepannya untuk bisa lebih mengungguli kopi daerah lainnya.

“Upaya kami dengan bekerjasama dengan Disbudpar untuk memfasilitasi agar kopi selalu dibawa dalam even-even untuk mengenalkan produk kopi Muria. Karena selama ini branding kopi Muria belum begitu mengangkat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER