31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Pencarian KM Soneta Asal Rembang Resmi Ditutup, Enam ABK Dinyatakan Hilang

BETANEWS.ID, JEPARA – Tim Gabungan SAR resmi menutup pencarian Kapal Motor (KM) Soneta asal Kabupaten Rembang yang hilang di Perairan Karimunjawa. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengatakan, penghentian pencarian setelah tujuh hari itu lantaran terkendala minimnya alat.

Dengan penutupan proses pencarian tersebut, pihaknya menyatakan enam Anak Buah Kapal (ABK) hilang. Mereka adalah Muntari, Tamuri, Salam, Jaidi, Samani, dan Damuri.

“Alat yang kami gunakan untuk melakukan pencarian terbatas dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan. Jadi kita sepakati untuk menutup pencarian,” ungkap Budi dalam rilisnya pada betanews.id, Kamis (17/7/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Lunas Kapal Bocor, KM Soneta Asal Rembang Tenggelam di Perairan Karimunjawa

Dalam pengumuman itu, pihaknya mengundang stakeholder terkait, seperti BPBD, POSAL, POLAIRUD, NAVIGASI SROP, HNSI, Pelabuhan Perikanan Pantai, Kepala Desa pemilik kapal, dan keluarga korban yang bertempat di Unit Siaga SAR Rembang.

“Dari laporan yang kami terima, Kamis (11/07/24) sampai hari ini sudah tujuh hari. Dari perhitungan SARMAP, pencarian pada hari ke 7 sudah meluas hingga 5.179.767 Natical Mile,” tambahnya.

Dengan adanya kejadian ini, ia meminta semua pihak, terutama pengusaha kapal untuk menyediakan alat keamanan, seperti pelampung dan alat Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB). Jadi apabila terjadi kecelakaan bisa cepat tertolong.

Sebagai Informasi, KM Soneta dengan 16 ABK dilaporkan tenggelam pada Selasa (9/7/2024) pukul 01.30 WIB, setelah mengalami kebocoran pada lunas kapal pada bagian bawah mesin tempat baling-baling kapal.

Informasi ini berasal dari kesaksian ABK KM Soneta, Nur Nawawi dan Sunardi yang berhasil diselamatkan oleh kapal Nelayan asal Tegal, KM Bintang Barokah, bersama tujuh ABK lainnya.

Baca juga: Nelayan Jepara Keluhkan Pembelian Solar Lewat Aplikasi

Saat kapal tenggelam, semua ABK berusaha menyelamatkan diri dengan alat apung seadanya. Awalnya mereka bisa mengapung bersama dalam satu rombongan. Namun, setelah terombang-ambing selama tiga hari tiga malam, akhirnya mereka terpisah.

Sepuluh ABK berhasil selamat, rinciannya, sembilan ABK dievakuasi oleh KM Bintang Barokah dan satu orang ABK diselamatkan oleh kapal pencari cumi dari Jakarta.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER