Sudah Dua Kali Lebaran Penjual Toples di Pasar Kliwon Ini Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Sepasang suami istri terlihat tengah menata toples di sebuah kios Pasar Kliwon, Kudus. Tampak sejumlah pengunjung yang datang bergantian hanya sekedar menanyakan beberapa barang lalu pergi lagi. Meski begitu, pria bernama Rohanan itu tetap melayani mereka dengan ramah.

Pemilik Toko Perabot Alim itu mengatakan, sudah dua tahun terakhir barang dagangannya sepi pembeli. Menurutnya, banyak faktor yang menjadi pemicunya.

“Mungkin karena ada banyak pedagang baru yang menambah persaingan. Maraknya jual beli online juga membuat orang jadi jarang ke pasar. Di tambah akhir-akhir ini ada banjir yang menghambat orang yang mau datang,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Kliwon Blok B II No 15-16, pekan lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Pasar Kliwon Ramai, Pengunjung Diimbau Waspada Copet

Meski terbilang sudah sepi dan tak lagi menguntungkan, Rohanan mengaku akan tetap mempertahankan usaha tersebut. Hal itu lantaran Toko Perabot Alim merupakan usaha warisan dari orang tuanya.

“Karena ini usaha turun temurun dari bapak, nama bapak saya Alim jadi tokonya bernama toko Alim. Kita berusaha menjaga toko ini biar nanti bisa diteruskan ke anak cucu,” terangnya.

Ia melanjutkan, bahwa penurunan yang dialaminya cukup drastis. Jika dulu sehari omzetnya bisa mencapai Rp700 ribu, saat ini turun drastis hingga lebih dari 70 persen.

“Namanya juga jualan, kadang untung kadang rugi. Tapi tidak boleh menyerah, pasti ada jalannya sendiri. Tetap ikhtiar dan tawakal kepada Allah,” ucapnya.

Baca juga: Nilai Transaksi Pasar Kliwon Kudus Diperkirakan Capai Rp1 M Sehari Selama Ramadan

Rohanan menambahkan, bahwa hampir semua keperluan rumah tangga tersedia di sana, dan saat mendekati Lebaran yang menjadi incaran pembeli biasanya adalah jenis toples.

“Kalau harga toples sih bermacam-macam, ada yang satu set Rp35 hingga Rp45 ribu dari bahan plastik. Bahan mika juga ada Rp45 ribu per lusin. Sedangkan bahan kaca Rp85 ribu. Yang bahan plastik dan mika sudah ada beberapa terjual, tapi yang kaca belum laku sama sekali,” tambah Rohanan.

Penulis: Nur Maiysya Ayyasy, Mahasiswa Magang Unisnu

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER