BETANEWS.ID, KUDUS – Para petani di Kecamatan Undaan mulai panen raya, Senin (26/2/2024). Beberapa desa yang panen padi adalah Desa Larikrejo, Wates, Ngemplak, dan Karangrowo.
Panen kali ini diasmbut riang gembira para petani lantaran gabah dihargai mahal. Menurut Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Karangrowo, Hawi Sukamto, musim panen ini memang jadi keberuntungan petani, sebab selain hasilnya meningkat, harga padi juga melonjak tinggi.
“Biasanya ketika panen raya harga gabah di sawah itu paling mahal Rp500 ribu per kuintal, tapi musim ini harganya bisa sampai Rp1 juta. Jadi naik dua kali lipatnya,” beber Hawi saat ditemui di persawahan Desa Karangrowo.
Baca juga: Hadiri Panen Raya di Undaan, Pj Bupati Kudus Ikut Naik Combine Harvester
Dia berharap, harga gabah seperti ini bisa terus dipertahankan. Sebab, apabila harga jeblok saat panen bisa mengakibatkan petani merugi.
“Sebagai petani kami tentu berharap harga gabah tetap tinggi. Untuk intervensi manalnya harga beras di pasar, kami minta pemerintah bisa cari solusi tanpa harus merugikan petani,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo, mengatakan, luas sawah di Desa Larikrejo yang panen raya seluas 30 hektare, Desa Wates 170 hektare, Desa Ngemplak 165 hektare, dan Desa Karangrowo seluas 210 hektare.
“Untuk panen kali ini, hasilnya memang mengalami peningkatan dari pada musim sebelumnya. Apabila di musim sebelumnya tanaman padi satu hektare bisa menghasilkan 6,6 ton, di musim ini bisa 7 ton,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

