31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Korupsi Duit Seleksi Perades, Mantan Kades di Pati Masuk Bui

BETANEWS.ID, PATI – Polresta Pati menetapkan satu tersangka dugaan korupsi seleksi perangkat desa di Desa/Kecamatan Tambakromo, Pati.

Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan Unit Idik III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satrekrim Polresta Pati, satu orang yang telah ditetapkan tersangka itu adalah SY (58) yang merupakan mantan Kepala Desa Tambakromo.

Baca Juga: Meski Produksi Padi Surplus, Harga Beras di Pati Ternyata Tetap Tinggi

-Advertisement-

Yang bersangkutan disangkakan telah melakukan dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan seleksi perangkat Desa Tambakromo.

Dalam kasus tersebut, tersangka SY telah diamankan oleh Sat Reskrim Polresta Pati.

Kasat Reskrim Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kades Tambakromo itu bermula ketika kurun waktu 9 Januari 2016 Pemdes Tambakromo melaksanakan pengisian perangkat desa.

Untuk formasi jabatan yang akan diisi yaitu kasi pemerintahan, kaur keuangan, kasi kesra, staf seksi pembangunan dan staf kadus.

“Dalam pelaksanaannya, dibentuklah panitia pengisian perangkat desa. Kemudian dibuatkan tata tertib pengisian perangkat Desa Tambakromo tahun 2016,” ujar Kasat Reskrim, Rabu (20/12/2023).

Selanjutnya, katanya, dalam RAB panitia pelaksanaan pengisian perangkat desa itu, ditetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp 2 Juta. Sedangkan biaya pelaksanaan sebesar Rp 375 juta.

Kasat Reskrim menyampaikan, dalam pelaksanaan pengisian perangkat Desa Tambakromo di ikuti oleh 7 orang calon. Sehingga terkumpul dana pendaftaran dan dana untuk pelaksanaan pengisian perangkat desa sebesar Rp 389 juta.

Namun katanya, uang yang terkumpul tersebut tidak dimasukan terlebih dahulu ke kas desa atau pendapatan asli desa (PADes). Namun, uang itu dikelola dan disimpan oleh bendahara panitia.

“Atas perintah kepala desa, uang tersebut dibagi habis kepada panitia. Kemudian, dalam pelaksanaan pembagian honor panitia tidak sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Babak Play-off Liga 2, Derbi Muria Bakal Kembali Tersaji

Selanjutnya, setelah dilakukan audit. Disebut, penghitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp 200.132.785 dan tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan uang.

Atas perkara tersebut, tersangka SY disebut melanggar primer pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER