Peringati Harpelnas, RS Mardi Rahayu Hibur Serta Bagikan Hadiah Pakai kostum Superhero

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pasien, baik dewasa maupun anak-anak terlihat raut wajah yang senang dengan kehadiran tokoh berkostum superhero dan kartun di RS Mardi Rahayu Kudus, Senin (4/9/2023). Mereka (anak-anak) sangat antusias mendekati tokoh Spiderman dan kartun singa yang membagikan gantungan kunci kepadanya.

Mereka terlihat senang karena selain dibagikan gantungan kunci, mereka juga diajak foto bersama dengan tokoh superhero dan kartun tersebut. Kehadiran tokoh superhero maupun kartun itu dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), yang selalu diadakan setiap 4 September.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Merajalela, Musthofa Gandeng OJK Berikan Sosialisasi ke Warga Kudus

-Advertisement-

Terlihat juga momen seorang pasien yang duduk di kursi roda dibantu dorong atau diantarkan berobat oleh superhero. Dia adalah Elok Fara. Wanita beralamat Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu mengaku senang dengan kehadiran tokoh superhero di RS Mardi Rahayu.

“Senang di hari pelanggan ini pertama banyak hadiah yang didapatkan pelanggan di sini, selain itu untuk anak-anak mendapatkan gantungan kunci,” beber Elok, pasien yang ingin memeriksakan kandungannya berusia tujuh bulan itu.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr Pujianto mengatakan, di momen Harpelnas itu sebagai unjuk pemberian pelayanan yang terbaik dan istimewa kepada pelanggannya. Pihaknya secara langsung menghibur dan memberikan hadiah kepada pasiennya di hari pelanggan tersebut.

“Bukan hanya memberikan gantungan kunci sebagai sovenir, tetapi kami juga memberikan tiga hal yang luar biasa kepada seluruh pelanggan kami,” ujar dr Pujianto kepada awak media, Senin (4/9/2023).

Pertama, katanya, secara resmi RS Mardi Rahayu melepas sebanyak 22 tenaga pendamping orang sakit (Napos) yang telah dilatih dan dibimbing selama dua bulan secara gratis. Sehingga Napos yang telah dilatih itu siap bekerja merawat pasien yang membutuhkan.

“Napos ini telah dilatih secara cuma-cuma selama 2 bulan, sehingga saat ini siap bekerja, untuk merawat orang sakit seperti pasien stroke atau pasien pasca rawat inap lainnya dan juga merawat bayi,” ungkapnya.

Salah satu Napos, Nur Khayatun menuturkan, ketertarikannya untuk menjadi perawat sebelumnya memotivasi dirinya untuk menjadi Napos. Menurutnya, selama dua bulan dilatih mendampingi orang sakit oleh RS Mardi Rahayu tidak dikenakan biaya.

Bahkan menurutnya, pihaknya mendapatkan uang saku saat mengikuti pelatihan Napos tersebut. Kini pihaknya telah lulus dan siap merawat pasien yang membutuhkan dengan pelayanan terbaiknya.

“Karena dari dulu kepengen jadi perawat. Secara mental untuk menangani pasien sudah siap. Tentunya dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien,” jelas warga Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut.

Tak hanya itu, lanjut dr Pujianto, dalam rangka transformasi atau upaya perubahan sistem untuk memberikan pelayanan kesehatan di bidang teknologi kesehatan, mulai bulan ini secara resmi, RS Mardi Rahayu mengimplementasikan PACS/Picture Archiving Communication System yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen RS/SIMRS.

Baca Juga: Kekeringan di Kudus Meluas, Warga Undaan Mulai Alami Krisis Air Bersih

“PACS merupakan alat komunikasi dengan kemampuan menyimpan data gambar medik radiologi seperti hasil CT Scan, USG, MRI, dan berbagai jenis foto rontgen dalam bentuk digital,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan implementasi PACS, hasil pemeriksaan radiologi dan interpretasi dokter spesialis radiologi secara langsung, dapat dilihat, tanpa menunggu proses cetak hasil pemeriksaan dengan kertas film. Sehingga tindakan dokter dapat dilakukan dengan segera.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER