Jika Pati Ditetapkan Darurat Bencana Kekeringan, Semua Instansi Diminta Lakukan Hal Ini

BETANEWS.ID, PATI – Meski saat ini kekeringan di wilayah Kabupaten Pati terus meluas hingga lebih di 60 desa, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati belum menetapkan status darurat kekeringan.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati baru akan mengusulkan kepada Pj Bupati Pati terkait peningkatan status dari siaga bencana ke darurat bencana kekeringan.

Baca Juga: 37 Ribu Jiwa di Pati Terdampak Kekeringan

-Advertisement-

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya menyampaikan, apabila nanti ditetapkan status darurat bencana, maka nantinya, semua harus memberikan atensi.

“Bila ke depan nanti jadi ditetapkan darurat bencana, maka setiap OPD harus memberikan atensinya mengenai kekeringan sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Saya ambil contoh, misalnya logistik. Kekeringan ini kan membuat harga beras naik. Panen gagal, nah nantinya Bulog akan melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga beras, ” ujar Martinus.

Kemudian pemanfaatan potensi mata air yang belum tereksplorasi untuk menanggulangi kelangkaan air di lebih dari 60 desa.

”Potensi sumber atau mata air yang masih, seperti Desa Kasiyan, Sukolilo masih ada embung yang saat ini belum dioptimalkan untuk membantu kekeringan, barang kali bisa dioptimalkan.Namun itu bukan tanah kami,” imbuhnya.

Tetapi, dengan penetapan status darurat bencana nanti, katanya, semua diminta untuk lebih serius dan bersungguh-sungguh membantu meringankan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bukan hanya air bersih saja, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar lain sesuai dengan tupoksi dari masing-masing OPD.

Baca Juga: Kekeringan di Pati Meluas, BPBD Segera Naikkan Status Darurat Bencana

Ia pun menyebut, saat ini pihaknya mengandalkan tiga armada mobil tangki air untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak. Setiap hari, pihaknya baru bisa menyalurkan bantuan air bersih antara 9 hingga 12 tangki. 

Jumlah ini dinilai terlalu kecil. Mengingat puluhan ribu jiwa dari lebih dari 60 desa di Pati kekurangan air bersih. Martinus pun berharap adanya peran OPD lain untuk menanggulangi bencana ini bila status darurat bencana ditetapkan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER