BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus gencar melakukan sosialisasi Gempur Rokok Ilegal. Selain orang dewasa, sosialisasi juga menyasar para pelajar. Tujuannya agar para pelajar atau generasi penerus ini paham terkait bahayanya peredaran rokok ilegal.
Sosialisasi di Taman Budaya Desa/Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (20/7/2023) itu dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa di Kota Kretek.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kudus, Dwi Yusi Sasepti, mengatakan, sosialisasi gempur rokok ilegal kali ini memang menyasar para pelajar atau kalangan milenial. Tujuanya, mengedukasi sejak dini terkait bahayanya rokok ilegal.
Baca juga: Rp12 M Dana Cukai Kudus Digunakan untuk Pencegahan dan Penindakan Rokok Ilegal
“Selain itu, sosialisasi ini juga sebagai pengumuman lomba poster, video pendek, dan vlog dengan tema “Gempur Rokok Ilegal” dengan hadiah puluhan juta rupiah,” ujar Yusi.
Untuk mencegah peredaran rokok ilegal, Pemkab Kudus memang gencar melakukan sosialisasi gempur rokok ilegal, dengan berbagai macam media.
“Selain tatap muka dan radio, sosialisasi juga dilakukan melalui lomba-lomba dan melalui sosialisasi-sosialisasi lainnya,” bebernya.
Sesuai amanat dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215 Tahun 2021 yang mana salah satu kegunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) adalah untuk sosialisasi gempur rokok ilegal. Menurut Yusi, bahwa sosialisasi cukai yang diselenggarakan oleh Pemkab Kudus sangat efektif dalam menekan peredaran rokok ilegal.
Baca juga: Didanai Rp1,3 Miliar, Hartopo Minta Tim Penegakan Hukum Bisa Berantas Rokok Ilegal Secara Maksimal
“Hal tersebut terbukti Kudus dua tahun berturut-turut zero dari rokok ilegal. Itu merupakan data dari Bea Cukai Kudus,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, untuk sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Diskominfo Kudus dapat alokasi kurang lebih Rp3 miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Saat ini sosialisasi Gempur Rokok Ilegal terus berjalan. Di tahun ini total kurang lebih ada 60 kegiatan sosialisasi,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

