BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria tampak memakai toga warna putih sedang mengkonservasi koleksi di Museum Kretek, Senin (26/6/2023). Mereka adalah tim konservator dari Museum Ranggawarsita yang dimintai bantuan untuk melakukan konservasi puluhan koleksi. Satu di antara konservator itu adalah Nurodo.
Menurut Nurodo, ada sebanyak 43 koleksi milik Museum Kretek yang dikonservasi selama dua hari yaitu Senin-Selasa (26-27/6/2023). Ada dua jenis koleksi yang dikonservasi yaitu koleksi organik dan anorganik. Jenis koleksi organik merupakan jenis koleksi yang bahan bakunya pernah mengalami hidup, sedangkan yang anorganik tidak pernah hidup.

“Contohnya koleksi berupa alat batil tembakau itu bahannya dari kayu. Itu dinamakan jenis koleksi organik karena kayu pernah mengalami hidup sebelum dibuat bahan baku menjadi alat. Kemudian koleksi kaca itu dinamakan jenis koleksi anorganik karena sebelumnya tidak mengalami hidup,” tuturnya.
Baca juga: PT Djarum Hibahkan 10 Produk yang Tak Diproduksi Lagi ke Museum Kretek
Tujuan diadakannya kegiatan tersebut, kata Nurodo, untuk melakukan perawatan secara berkala, sehingga konservasi itu bisa mencegah dan mengurangi kerusakan dini.
“Tujuan dari konservasi ini sebetulnya untuk merawat dan membersihkan kotoran dari koleksi tersebut, agar tidak mudah rusak. Seperti cat yang menempel di koleksi ini bisa mengganggu nilai estetika pada koleksi,” jelasnya.
Pihaknya menyebut, dari puluhan koleksi yang tengah dilakukan konservasi itu, 90 persennya telah mengalami kerusakan. Hal itu bisa saja dilakukan perbaikan, tapi juga bisa tidak bisa dilakukan pembaruan.
“Jadi kerusakan pada koleksi itu sebenarnya bisa diupayakan bisa kembali normal dan tidak bisa kembali seperti semula. Contohnya jika koleksi patah itu bisa disambung lagi. Sedangkan untuk pewarnaan pada koleksi itu tidak bisa dilakukan pengecetan ulang karena konservasi itu merawat dan tidak memperbaharui,” bebernya.
Baca juga: Tim Museum Ranggawarsita Kagum dengan Mug Twin Pack PT Djarum
Ia menyebut, dengan total puluhan koleksi itu diharapkan bisa selesai dengan tepat waktu yang telah dijadwalkan. Hingga saat ini, pihaknya telah mendata koleksi sebanyak 30 koleksi yang akan dilakukan konservasi.
“Jadi setiap Konservasi kami selalu melakukan pendataan terlebih dahulu. Supaya perbedaan antara sebelum dan sesudah di konservasi terlihat,” paparnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

