Agar Angka Stunting Tak Tinggi, Ganjar Minta Remaja Putri Tak Menikah Dini

Upaya tersebut terus dilakukan hingga remaja putri sudah berusia matang, menikah, hamil, melahirkan dan menyusui. Ganjar menyampaikan, upaya itu sudah efektif dilakukan melalui program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng.

“Begitu menikah, mesti diperhatikan betul laki-laki dan perempuan calon pengantinnya sehat dan usianya sudah cukup matang. Jadi tidak menikah muda sehingga program Jo Kawin Bocah akan berjalan. Pada saat kehamilan, pemeriksaan rutin mesti dilakukan,” katanya.

Baca juga: Trans Jateng Rute Solo-Wonogiri Akan Beroperasi pada Agustus 2023, Dilayani 14 Bus

-Advertisement-

Ganjar menuturkan, melalui Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, kondisi Kesehatan ibu dan bayi yang dikandung sangat diperhatikan. Ibu hamil dipastikan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Jika ibu hamil kurang gizi, akan segera dilakukan intervensi.

Ditambahkan Ganjar, penanganan stunting juga dilakukan satu paket dengan penuntasan kemiskinan ekstrem. “Kita bisa melaksanakan secara paket. Jadi yang sekarang sedang kita kerjakan adalah penanganan kemiskinan ekstrem, jadi klop,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar yang juga menjadi narasumber pun mengajak siswa, bidan, dan pensiunan tenaga Kesehatan, berdialog.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER