BETANEWS.ID, MAGELANG – Warga Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang kini tak perlu lagi mencari air sejauh 2 kilometer atau antre panjang di kolam air masjid. Mereka senang bukan kepalang karena penantian bertahun-tahun bisa menikmati air dari rumah sendiri akhirnya terpenuhi.
Letak desa yang berada di dataran tinggi memang menyulitkan warga untuk mendapatkan air besih lantaran hampir tak ada sumber air di daerah tersebut. Berkat . Berkat kolaborasi Pemerintah Provinsi Jateng, Pemkab Magelang, dan Pemdes Sugihmas, warga setempat akhirnya bisa memperoleh air dari sumber di desa bawah yang disedot pakai mesin pada 2021.

Salah satu warga, Asmuni (49), masih ingat susahnya mencari air, sebab letak sumber air yang jauh. Bagi warga yang memiliki mobil, jarak tak jadi masalah. Namun, bagi tak punya, mereka harus mengangkut air dengan alat seadanya.
Baca juga: Berkat Pompa Air Tenaga Surya dari Pemprov Jateng, Petani di Purworejo Bisa Panen 3 Kali
“Sebelumnya tidak ada air. Kalau kemarau itu susah cari air harus sampai 2 km. Sehari dapat 2 ember-3 ember,” kenang Asmuni di rumahnya, Sabtu (26/1/2023).
Hal sama juga dirasakan Ela Hikmawati. Dalam ingatannya, Perempuan berumur 27 tahun itu menceritakan betapa beratnya mencari air di tengah kondisinya yang sedang hamil.
“Ndilalahe pas ngepasi kula dalam keadaan hamil (kebetulan saat itu kondisi saya hamil). Setiap ajeng mandi, kedahe mlebu neng kolam masjid (setiap mau mandi harus masuk antri di kolam masjid). Ten griyo nggih enten kolah, tapi air sing saking sumber, enggak sampai rumah (di rumah ada kolam air tapi air dari sumber tidak sampai rumah). Jadi harus ten kolam masjid,” ucap Ela di depan rumahnya.
Bahkan, ia juga kerap tak bisa tidur saat malam hari. Terutama saat truk pengangkut air bersih datang. Ela harus bergegas untuk bisa mendapatkan air. Itu pun, ia harus antre dan saat mendapat jatah bantuan air juga tak banyak. Maka, jumlah air yang diterimanya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Sekarang setelah adanya bantuan dari Pak Ganjar, sampun bersyukur banget. Sak niki mboten ten kolam masjid malih (sekarang tidak lagi harus ke kolam air masjid lagi),” katanya.
Baca juga: Sosok Isa Ansori, Peraih Kalpataru yang Selamatkan 78 Titik Sumber Mata Air di Pemalang
Kepala Desa Sugihmas, Srianto mengatakan, upaya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga turut mempercepat terealisasinya mimpi warga bisa dapat air bersih secara mudah. Maka Srianto memanfaatkan bantuan Gubernur serta berkolaborasi dengan pemkab dan pemdes setempat.
“Bantuan tahun 2020, ini tindak lanjut dari kedatangan Pak Gubernur, memberi bantuan Gubernur sejumlah Rp200 juta. Karena kami mengagendakan untuk pembangunan jaringan air bersih yang skala menyeluruh. Dana tersebut belum mencukupi. Tahun 2020 kami belikan pipa sepanjang 6,5 km. Tahun 2021 dari bantuan Gubernur Jateng, itu memberikan Rp400 juta. Nilai itu kami alokasikan untuk pembelian paket pompa dan panel surya dengan dua paket,” kata Srianto.
Satu unit paket pompa lainnya, pemdes mengupayakan melalui dana desa. Saat ini semua pompa dan panel surya telah terpasang dan telah berfungsi. Tercatat ada delapan dusun di desanya yang mendapatkan dampak keberadaan jaringan saluran air bersih.
“Itu sekitar 900 KK yang sudah menikmati jaringan air bersih,” jelas kades.
Manfaat air bersih, khususnya untuk kebutuhan pokok, hingga untuk kebutuhan rumah tangga dan lainnya. Tidak hanya itu, lanjutnya, keberadaan jaringan air bersih juga mampu menurunkan angka stunting desa. Yang mana pada 2020, Puskesmas Grabag II mencatat ada 184 anak terindikasi stunting. Ternyata pada 2022, menyisakan 84 anak yang terindikasi stunting.
Editor: Ahmad Muhlisin

