BETANEWS.ID, KENDAL – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati mendapatkan penghargaan dari PWI Provinsi Jawa Tengah (Jateng) atas kinerja yang baik dalam pengelolaan organisasi PWI.
Selain PWI Pati, ada sembilan daerah lain yang juga mendapatkan penghargaan serupa. Mereka adalah PWI Rembang, Blora, Banyumas, Magelang, Purworejo, Tegal, Kendal, Kota Pekalongan, dan Tegal.
Piagam itu diserahkan Secara langsung oleh Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS kepada Ketua PWI Pati Moch Noor Efendi, pada malam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dan HUT Ke-76 PWI di Pendapa Kabupaten Kendal, Sabtu (19/2/2022).
Baca juga: Pengurus PWI Pati Resmi Dilantik, Bupati : ‘Berikan Informasi ke Masyarakat yang Faktual dan Aktual’
Ketua PWI Pati Moch Noor Efendi mengatakan, pernghargaan ini berkat loyalitas dan kerja sama anggota PWI Pati yang secara intens melakukan berbagai kegiatan dengan guyub dan kebersamaan.
“Karena itu, piagam penghargaan ini menjadi awal bagi kami untuk terus melakukan pembenahan yang lebih baik lagi,” terang Efendi.
Menurutnya, masih banyak program yang harus dijalankan ke depan, terutama untuk peningkatan kapasitas internal anggota dan penguatan profesionalitas. Dalam peningkatan kapabilitas anggota, pihaknya selalu mendorong agar anggota mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Selalu kami dorong agar anggota yang belum UKW, bisa mengikuti UKW. Kami Siap memfasilitasi. Upgrading kemampuan dari Muda ke Madya dan Utama juga selalu kami dorong. Setiap ada informasi UKW, selalu kami sampaikan kepada semua anggota,” terangnya.
Baca juga: Ruang Digital jadi Arena Saling Serang, Ketua PWI Jateng: ‘Butuh Penguatan Sikap Arif Bermedia’
Amir Machmud NS menekankan, terdapat tiga mantra PWI yang menjadi mahkota wartawan dan menjadi pegangan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Mantra itu yakni kemartabatan, profesionalitas, dan eksistensi.
Dengan adanya peningkatan kompetensi wartawan yang terus dilakukan, perlu adanya eksistensi atau pengakuan dari masyarakat.
”Dengan kemartabatan dan profesionalitas wartawan, kami ingin eksistensi pengakuan dari masyarakat. Jangan sampai wartawan dianggap sebagai pengganggu proses pembangunan, tapi dapat diakui sebagai fungsi kontrol sosial,” harapnya.
Tidak bisa dipungkiri, lanjut Amir, selama lima kali penyelenggaraan UKW, pihaknya telah dibantu Pemprov Jateng. Ini menunjukkan, betapa Gubernur Jateng peduli dalam peningkatan kapasitas kewartawanan.
“Sebab tanpa adanya kompetensi, tidak mungkin wartawan bisa melakukan kritik sosial dengan baik, sesuai jalurnya,” tutup Amir.
Editor: Ahmad Muhlisin

