31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Menteri Yaqut Sebut Candi Borobudur dan Prambanan Bisa Seperti Ka’bah

BETANEWS.ID, SEMARANG – Candi Prambanan, Borobudur, Pawon, dan Mendut resmi kembali jadi tempat ibadah. Keputusan ini diambil setelah ada kesepakatan bersama yang ditandatangani Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Kementerian Agama dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Jumat (11/2/2022) lalu.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Candi Prambanan dan Borobudur memiliki spirit yang luar biasa. Melalui kesepakatan ini, diharapkan dapat menguatkan keselarasan dan kerja sama dalam memanfaatkan candi, khususnya dalam nilai spiritual. 

Artinya, candi tidak hanya menjadi tujuan wisata tetapi juga memberikan ruang bagi umat Hindu-Buddha untuk memanfaatkannya. Tentunya untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tanah air.

-Advertisement-

Baca juga: Borobudur Edupark, Tempat Wisata Baru yang Bisa Eksplore Misteri Borobudur

“Candi tidak hanya dimaknai pada komersialisasi yang terpusat pada monumen tetapi juga sosial. Harapannya menjadikan Candi Prambanan dan Candi Borobudur seperti Ka’bah,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pemanfaatan keempat candi itu untuk kepentingan agama merupakan wujud nyata Berketuhanan Yang Maha Esa dan menjalankan nilai Pancasila. Pemanfaatan itu juga sudah menjadi impian Ganjar dan umat Hindu-Buddha sejak lama. Bahkan pernah disampaikan langsung kepada Wakil Presiden Budiono yang waktu itu berkunjung ke Borobudur, tepatnya saat perayaan Waisak.

“Ini impian sejak lama sebenarnya dan kita sudah pernah mencoba menyiapkan sejak dari awal. Terharu juga karena saya masih ingat pada saat permintaan ini juga disampaikan langsung oleh umat Buddha kepada Wakil Presiden,” katanya, Sabtu (12/2/2022).

Baca juga: Dukung Borobudur Jadi Rumah Ibadah Buddha Dunia, Ganjar: ‘Setahun Jutaan Orang Akan Berkunjung’

Hal senada disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Menurutnya pemanfaatan candi untuk kepentingan agama merupakan wujud semangat Bhineka Tunggal Ika, serta moderasi keberagaman, kohesi sosial, dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Dengan ini tentu akan berfokus pada nilai sosial. Tidak hanya melihat keindahan candi tetapi juga kegiatan yang dilakukan umat Hindu-Buddha,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER