BETANEWS.ID, SEMARANG – Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIB) 2021 menarikĀ minat ratusan calon investor baik dari dalam maupun luar negeri. Acara yang digelar secara hybrid di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (10/11/2021) itu, diikuti 265 peserta, termasuk dari 10 negara, yaitu Amerika Serikat, China, Australia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Jerman, India dan Spanyol.
Jawa Tengah memang menjadi daerah favorit investor melakukan kegiatan bisnisnya. Sejumlah investor asing mengatakan, bahwa iklim kondusif dan banyaknya kemudahan menjadi alasan kuat mereka menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
Ketua Central Java Korea Foundation, Hwan Chae mengaku sangat senang berinvestasi di Jateng karena ia menilai banyak hal baik di provinsi itu.
Baca juga: CJIBF 2021 Tawarkan 60 Peluang Investasi di Jateng dari Pariwisata Hingga Infrastruktur
“Saya tertarik berinvestasi di Jawa Tengah karena upah minimumnya yang kompetitif. Selain itu, Jateng memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Mereka cepat belajar, rajin, pekerja keras dan kooperatif,” katanya.
Selain itu, Jateng juga memiliki konektivitas transportasi darat dan laut yang sangat menunjang kegiatan ekspor-impor. Ditambah lagi, adanya jalan tol yang membentang dari Jakarta ke Surabaya, sehingga membuat Jateng semakin terkoneksi.
“Selain itu, kemudahan perizinan dan sikap kooperatif selalu ditunjukkan Pemprov Jateng. Dalam tiga bulan saja, kita sudah bisa memulai aktivitas bisnis di Jateng,” jelasnya.
General Manager PT Shoenary Javanesia Inc, Chang Lee mengatakan hal serupa. Menurutnya, kemudahan perizinan di Jateng sangat baik. Semua perizinan tidak lagi manual, melainkan secara online.
“Sehingga jika dibandingkan dengan proses terdahulu, kami merasa sangat beruntung karena bisa menghemat waktu dan lebih nyaman,” jelasnya.
Baca juga: Ekonomi Jateng Siap Tancap Gas, Ganjar: āInvestor Datang Semua Perizinan Sudah Siapā
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi vaksinasi yang gencar dilakukan oleh Pemprov Jateng. Hal itu membuat kegiatan operasional perusahaannya menjadi lebih aman.
“Keberadaan infrastruktur, proses rekrutmen pekerja dan kondisi lingkungan di Jateng juga lebih atraktif dibandingkan dengan provinsi lain. Maka jangan pernah ragu untuk berinvestasi ke Jawa Tengah,” ucapnya.
Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar mengatakan, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi jujugan investor karena pemerintah pusat terus mempercepat pengembangan daerah ini.
“Dengan lokasinya yang sangat strategis dan komitmen yang ditunjukan Pemprov Jateng untuk mendukung kegiatan usaha, maka kami memutuskan untuk meletakkan salah satu investasi strategis di sana. Kami membangun pabrik di lahan seluas 20 hektare di Batang,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

