31 C
Kudus
Kamis, Juni 30, 2022
spot_img
BerandaJATENGMinta Warga Salatiga...

Minta Warga Salatiga dan Ambarawa Siaga Gempa, Ganjar: ‘Masyarakat Tak Usah Takut’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat di Salatiga dan Kabupaten Semarang selalu siaga dengan perkembangan kejadian gempa di daerah tersebut. Ia mengatakan sudah koordinasi dengan bupati/wali kota setempat untuk menyiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam mitigasi.

“Saya minta semua siaga. Yang di Kabupaten Semarang sudah menyiapkan, mereka membuat tenda-tenda. Sementara saya minta semuanya stanby kalau nanti pergerakannya belum selesai. Masyarakat tidak usah takut,” ucapnya, Senin (25/10/2021).

Ganjar akan terus memantau perkembangan pergerakan tanah yang terjadi. Dinas ESDM Jateng dan instansi lain pun ikut memantau terus menerus untuk memberikan informasi harian. Terkait dampak dari gempa yang terjadi, Ganjar belum mendapatkan laporan.

- Ads Banner -

“Belum dihitung apakah ada kerugian yang terjadi akibat gempa itu,” ucapnya.

Baca juga: Desember Nanti Curah Hujan di Jateng Meningkat 40 Persen, Ganjar Ajak Masyarakat Baca Info BMKG

Soal pengungsi, Ganjar mengatakan sempat ada pengungsi di Kabupaten Semarang. Mereka ditaruh di tenda-tenda yang sudah disiapkan.

“Tapi saya belum tahu apakah mereka nginep atau tidak. Rencananya mau saya tengok mereka,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga mengingatkan pada seluruh bupati/wali kota terkait mitigasi. Menurutnya, musim penghujan telah tiba, dan seluruh bupati/wali kota diminta siaga terkait potensi bencana yang terjadi. 

“Saya minta perhatian semuanya, karena curah hujan makin hari makin tinggi. Potensi longsor dan bencana lain di tempat-tempat tertentu juga ada. Maka saya sampaikan ke kawan-kawan bupati/wali kota siaga,” ucapnya.

Baca juga: Megawati Soroti Daerah di Jateng yang Rawan Longsor dan Banjir

Masing-masing daerah khususnya yang rawan bencana, lanjut Ganjar, harus segera melakukan apel siaga bencana. Selain memastikan semuanya aman, mereka juga diminta menyiapkan tempat-tempat pengungsian yang yang berpatokan pada protokol kesehatan.

“Pengalaman ini pernah kita lakukan tahun lalu, sehingga sekarang tinggal mencontoh saja. Jangan sampai abai, kalau terjadi sesuatu dan masyarakat mengungsi, tidak boleh prokesnya abai,” tegasnya.

Semua bupati/wali kota, lanjut Ganjar, sudah diingatkan terkait hal itu. Mereka juga sudah mempersiapkan antisipasi-antisipasi bencana yang ada.

“Kami tiap hari share informasi BMKG, agar mereka peduli soal ini,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler