31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaJATENGCapaian Vaksinasi di...

Capaian Vaksinasi di Jateng Sudah 30 Persen atau 8,7 Juta Orang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Capaian vaksinasi di Jawa Tengah Sudah 30 persen atau 8,7 Juta Orang. Meski terbilang cukup tinggi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan terus menggenjot vaksinasi dengan meminta jatah vaksin 2,5 juta dosis per pekan.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo berharap, ketersediaan vaksin di Jateng bisa sesuai dengan yang mereka minta yakni 2,5 juta per minggu. Meski demikian, pihaknya bersyukur seminggu ini persediaan vaksin sudah ada 1,2 juta. Jumlah itu meningkat  cukup signifikan setiap minggu.

“Di minggu terakhir kemarin, dalam satu minggu sudah bisa memvaksin sekitar 1 juta 200-an. Tentunya ini, faktornya antara lain kemampuan teman-teman di lapangan meningkat, tetapi juga ketersediaan vaksinnya meningkat,” tambahnya, usai rapat penanganan Covid-19 di kompleks kantor Gubernur Jateng Kota Semarang, Selasa (14/5/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Untuk Capai Target Percepatan Vaksinasi, Jateng Butuh 2,5 Juta Vaksi Per Pekan

“Harap kita memang inilah percepatan. Percepatan itu tidak hanya kemampuan menyuntikkan tapi juga ketersediaan vaksin yang ada,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah melakukan peluncuran mobil pelayanan vaksinasi keliling atau bus vaksin. Di antara tujuannya untuk meningkatkan akses kelompok rentan yang saat ini terbatas, untuk bisa divaksin. Kelompok rentan itu didahulukan. Seperti, lansia, pra lansia, berpenyakit hipertensi, diabetes, ibu hamil, dan disabilitas.

“Makanya Provinsi Jawa Tengah kan meluncurkan mobil pelayanan vaksinasi keliling. Ini untuk meningkatkan akses kelompok rentan yang saat ini terbatas,” ujarnya.

Baca juga: Menko PMK Sebut Vaksinasi Jadi Faktor Penentu Transisi dari Pandemi ke Endemi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta para bupati/wali kota se-Jateng melakukan percepatan vaksinasi. Bahkan, Ganjar berharap setiap vaksin yang dikirimkan ke daerah, harus dihabiskan dalam waktu satu hari.

“Pokoknya begitu dikirim vaksin, sehari langsung habis, kirim lagi langsung habis. Kalau sehari berat, ya bolehlah dua hari,” kata Ganjar usai rapat penanganan Covid-19 di kompleks kantornya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler