Vaksin Jenis Sinopharm di Kudus Hanya Diperuntukan Bagi Penyandang Disabilitas

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melalui Kasi Surveilens dan Imunisasi, Aniq Fuad memastikan, bahwa vaksin jenis Sinopharm dikhususkan bagi penyandang disabilitas.

“Sinopharm khusus penyandang disabilitas. Untuk disabilitas memang ada hibah vaksin sendiri, jadi tidak boleh digunakan untuk sasaran lain,” kata Aniq saat ditemui di sela pelaksanaan vaksinasi Merdeka Candi Polres Kudus di Parkiran GOR Djarum, Kamis (5/8/2021).

Baca juga : Kudus Terima 20.300 Dosis Vaksin, Mulai Astrazeneca, Sinopharm Hingga Moderna

-Advertisement-

Kabupaten Kudus, lanjut Aniq mendapat jatah vaksin jenis Sinopharm sebanyak 100 dosis untuk dua kali suntikan. Yang artinya hanya mampu diberikan kepada 50 orang sasaran.

“Kita tetap kekurangan vaksin bagi temen-temen disabilitas. Kalau kita lihat dari data Dinas Sosial, sasarannya jauh lebih banyak, sekitar 273 orang,” terangya.

Dalam pekan ini, Aniq berusaha untuk menyelesaikan proses vaksinasi 50 dosis vaksin Sinopharm kepada penyandang disabilitas di Kudus. Meskipun, pihaknya masih bingung menentukan sasaran yang tepat.

“Vaksinasi untuk disabilitas seharusnya minggu ini harus selesai. Tapi kemarin saya koordinasi dengan Dinsos, di panti mana yang harus kita dahulukan. Karena stok kita hanya 50 dosis saja,” terangnya.

Seperti diketahui, berapa waktu lalu, Kabupaten Kudus menerima ribuan vial vaksin, yang terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari Sinovac, Astrazeneca, Moderna hingga Sinopharm. Jumlahnya pun bermacam-macam.

Baca juga : Stok Vaksin Terbatas, Vaksinasi Merdeka Candi di Kudus Hanya Digelar Dua Hari

Sementara untuk jenis vaksin lainnya, Aniq menjelaskan, bahwa semuanya sudah mulai didistribusikan. Seperti vaksin jenis Astrazeneca sudah mulai didistribusikan ke semua puskesmas di Kudus. Puskesmas pun sudah mulai bergerak ke desa-desa.

“Kemarin puskesmas yang sudah melaksanakan vaksinasi dengan vaksin Astrazeneca itu Puskemas Jepang dengan 300 sasaran. Sampai hari ini, saya belum menerima ada informasi laporan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi),” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER