31 C
Kudus
Kamis, Februari 29, 2024

Universitas Muhammadiyah Surakarta Bangun Rumah Sakit Pendidikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membangun rumah sakit (RS) pendidikan yang berkonsep bangunan hijau (green building) di Jl Adisucipto No 33 Colomadu, Solo. Peletakan batu pertama Rumah Sakit UMS ditandai dengan pengeboran tanah yang dilakukan oleh Rektor UMS Sofyan Anif, Sabtu (3/7/2021).

Dengan adanya rumah sakit ini, Rektor berharap bisa menjadi pusat layanan kesehatan dan pengembangan akademi bidang ilmu kedokteran.

“UMS dengan Fakultas Kedokteran tidak hanya pengembangan konsep dan terori, tapi juga pengembangan skill dan keporfesionalan,” ujarnya.

Baca juga : Optimis Solo Bisa Gelar PTM Juli Nanti, Gibran Bakal Gelar Vaksinasi untuk Siswa

Dirinya mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Pendidikan tidak hanya sekedar untuk melengkapi persyaratan Fakultas Kedokteran UMS. Namun, rumah sakit ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pembangunan kesehatan, utamanya di wilayah Solo Raya.

“Selama ini UMS bermitra pada rumah sakit lain, tapi dengan kelengkapan rumah sakit sendiri, maka akan berpengaruh pada peningkatan skill lulusan Fakultas Kedokteran UMS,” kata dia.

Menurut Rektor, Muhammadiyah memiliki keunggulan kompetitif pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial. Dirinya juga mengatakan, karena UMS anggota konsorsium Universitas Muhammadiyah, pihaknya berencana siap mendirikan prodi spesialis kedokteran.

“Harapan kami seluruh alumni Fakultas Kedokteran UMS bisa lebih profesional dan menjadi pionir berdirinya RS di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Koordinator Tim Teknis Lelang sekaligus Koordinator Tim Pengawas Proyek Rumah Sakit UMS, Muh Syam Priyono Nugroho mengatakan, rumah sakit tersebut dibangun pada lahan seluas 5 ribu meter persegi. Tambahnya, akan ada 2 bangunan yang memiliki 5 lantai.

Pada awal pembukaan, rumah sakit tersebut akan menyediakan kapasitas 50 tempat tidur dengan tipe D. Kemudian setelahnya, akan menambah kapasitas menjadi 200 temat tidur dengan tipe C.

“Biaya pembangunan kurang lebih Rp 130 miliar hanya untuk fisik saja, di luar alat kesehatan. Masa pembangunannya nanti 365 hari atau 1 tahun,” ungkapnya.

Baca juga : RS Lapangan TNI di Solo Terima Pasien dari Luar Daerah, Danrem : ‘Ini Operasi Kemanusiaan, Siapapun Kami Terima’

Sarana pra sarana dalam rumah sakit tersebut, Syam mengatakan, akan sama dengan rumah sakit pada umumnya. Beberapa yang dimaksud ialah IGD, diagnostic center, poliklinik yang berjumlah 9 poli, rawat inap, ICU, instalasi bedah central dan ruang isolasi, serta yang lainnya.

“Konsepnya nanti rumah sakit ini akan menggunakan pendekatan green hospitality. Sebagian nantinya akan menggunakan energi tenaga surya, ventilasi alami dan instalasi air daur ulang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER