Aura Novanti Utomo Putri

Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta

Setiap orang pasti memiliki mimpi dan juga berhak untuk mewujudkan setiap mimpinya. Mereka yang memiliki mimpi berhak untuk memperjuangkan  mimpinya dengan melewati berbagai proses yang harus dihadapi. Begitu juga  dengan seorang perempuan, mereka sangat layak untuk bermimpi. Namun, seringkali perempuan dengan mimpi yang besar malah dinilai negatif oleh banyak  orang. Penilaian negatif, justru malah keluar dari orang-orang terdekat. Yakni, keluarga, teman maupun sahabat. Diremehkan adalah salah satu contohnya.  

Seringnya seorang perempuan diremehkan ketika bermimpi, tentunya akan  mengganggu keadaan psikologinya. Banyak dari mereka yang akhirnya tidak  percaya diri membicarakan mimpi besar mereka, karena takut menuai cibiran.  Banyak dari mereka lebih memilih diam daripada bicara, atau bahkan memendam  mimpinya dan tidak lagi berusaha untuk mewujudkannya. Kemampuan yang  mereka miliki malah menimbulkan kecemasan pada dirinya. Tak jarang dari  mereka malah menganggap rendah dirinya sendiri. Bagi mereka perempuan,  berani bermimpi dan memilih untuk menyampaikannya adalah suatu hal yang  sangat luar biasa.

Tantangan selalu muncul ketika perempuan diharuskan untuk menentukan  suatu pilihan. Perasaan bersalah seringkali muncul dalam setiap keputusan yang  diambil perempuan, bahkan ketika tujuannya positif. Contohnya, ketika seorang  pelajar perempuan yang memilih untuk terus melanjutkan pendidikan tingginya  malah dipandang negatif, karena berbeda dengan kebiasaan yang ada. Sering ditemui kata-kata seperti, “Sekolah tinggi-tinggi nanti ujungnya juga jadi ibu  rumah tangga,” atau pernyataan, “Kalau terlalu pintar, nanti cowok minder.” 

- advertisement -

Tidak dipungkiri bahwa perempuan nantinya akan menjadi seorang ibu,  tapi bukan berarti mereka tidak dapat lagi berkarya. Mereka dapat melakukan  berbagai hal tanpa harus memilih, karena perempuan itu sesungguhnya multiperan. Perempuan bisa menjadi ibu bagi anaknya, istri bagi suaminya, dan  juga tetap berkarnya. Perempuan dan laki-laki punya hak yang sama dalam  berkarya. Perempuan dan laki-laki juga punya tanggup jawab yang sama dalam  mendidik anak mereka. 

Kata sukses memang berkorelasi positif bagi laki-laki, namun tidak bagi  perempuan. Ambisi besar yang dimiliki perempuan selalu dianggap melawan  tradisi yang ada. Malahan perempuan yang berani unjuk diri seringkali dihindari.  Bahkan ketika berhasil sukses dan membawa manfaat bagi banyak orang, masih  ada kemungkinan perempuan menuai cibiran. Gerak mereka yang sangat terbatas,  telah membuat perempuan saling berkompetisi.  

Beberapa profesor psikologi di University of Michigan, yaitu GL Staines,  TE Jayaratne, dan C. Tavris pada tahun 1973 mendefinisikan istilah queen be  syndrome, yang berlaku mirip seperti ratu lebah dan cenderung memperjuangkan  apapun yang ingin dikejar. Queen be syndrome juga diartikan sebagai suatu  fenomena dimana seorang perempuan yang memiliki jabatan lebih tinggi  (biasanya terdapat pada lingkungan pekerjaan yang didominasi laki-laki),  memperlakukan kolega serta bawahan perempuannya secara lebih kritis. Selain itu,  mereka juga cenderung mendiskriminasi perempuan yang memiliki jabatan lebih  rendah.

Berdasarkan penelitian yang ada, sebesar 58% perundung di tempat kerja  adalah perempuan dan 90% di antaranya memilih perempuan lainnya sebagai  korban perundungan. Perempuan memiliki ruang yang lebih terbatas ketimbang  laki-laki. Dengan begitu, perempuan yang memiliki mimpi besar harus berjuang  ekstra untuk menggapainya. Sehingga tak jarang kita melihat perempuan tampak  lebih rajin, lebih tekun, dan lebih konsisten ketimbang laki-laki. Potensi  perempuan seringkali tidak dianggap. Mereka hanya akan dinilai ketika berhasil  menyelesaikan suatu hal dengan baik. 

Perempuan tidak pernah kekurangan pekerjaan. Banyak dari mereka yang  berkarya dengan bekerja di kantor, menjadi guru di sekolah, menjadi buruh  pabrik, berdagang di pasar, dan masih banyak lagi. Hal ini membuktikan bahwa  perempuan yang berkarya jumlahnya sangat banyak. Namun, apakah dukungan  yang diberikan lingkungan serta kebijakan yang ada sepadan dengan kontribusi  yang mereka berikan? 

Ketika seorang perempuan memilih untuk merintis kariernya, banyak  faktor penghambat yang harus mereka hadapi. Tantangan yang dihadapi mulai  dari norma, tradisi, stereotype, dan hukum positif. Di dunia ini terdapat 104  negara yang memiliki undang-undang yang berisi cegahan perempuan bekerja  pada pekerjaan tertentu. Selain itu ada 18 negara yang memiliki aturan sehingga  memungkinkan suami mencegah istrinya bekerja. Secara umum terdapat 2,7  miliar perempuan di dunia yang tidak diperbolehkan secara hukum memiliki  pekerjaan yang sama dengan laki-laki. 

Di Indonesia, jika dirata-rata dari seratus perempuan yang  masuk usia produktif hanya 51-52 perempuan yang masuk dalam angkatan kerja.  Lain halnya dengan laki-laki yang dari seratus laki-laki usia produktif, sekitar 83  orang yang masuk dalam angkatan kerja. Ketika bekerja, biasanya perempuan  dibayar lebih rendah dari laki-laki. Perempuan hanya mendapat gaji 77% dari gaji  yang didapatkan oleh laki-laki.

Perlunya mendorong dibentuknya banyak kebijakan yang berpihak kepada  perempuan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi setiap  perempuan dan menegakkan Hak Asasi Manusia yang melekat disetiap orang.  Perempuan juga berhak mendapatkan kemerdekaan yang sama. Dengan demikian,  sebagai perempuan saharusnya dapat saling mendukung satu sama lain.  Perempuan yang punya kemerdekaan untuk mengambil keputusan, sikap, dan  tidakan yang dilakukan seharusnya dapat mendorong perempuan lain yang masih  dirundung kecemasan dan ketakutan dalam berbagai hal. Harapannya semakin  kedepan, perempuan semakin berani menunjukkan sikap. Jangan sampai takut  menunjukkan karya yang dimiliki, karena perempuan juga berhak berekspresi.  Setiap perempuan juga seharusnya dapat saling mengapresiasi karya teman  perempuannya. Karena, kalau bukan kita sesama perempuan, lalu siapa lagi?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini