Hari Pertama Larangan Mudik, Petugas Belum Temukan Pemudik Masuk Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang transportasi umum seperti bus yang masuk wilayah Kabupaten Kudus. Hal ini sebagai tindak lanjut terkait kebijakan larangan mudik Lebaran oleh pemerintah.

Di Kudus sendiri, ada tiga pos penyekatan dan pemeriksaan. Yakni di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Pos Pom Bensin di Desa Hadipolo atau biasa disebut Pom Bensin Krawang, dan terkahir di Pos Tanggulangin dekat Terminal Induk Tipe A Jati Kudus.

“Mulai pukul 09.00 tadi hingga 10.15 WIB, kami petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan DKK melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang diduga merupakan penumpang yang akan mudik,” kata Kepala Pos Pelayanan Tanggualangin, Iptu T Muhamamd Effendy, Kamis (6/5/2021).

-Advertisement-

Baca juga : Sidak Hari Pertama Larangan Mudik, Ganjar Ikut Interogasi Pengendara Luar Kota

Pemeriksaan ini, lanjut Iptu Effendy akan berlangsung sampai tanggal 17 Mei nanti. Baik pagi hari, sore, hingga malam hari. Kendaraan yang menjadi sasaran pemeriksaan kali ini, difokuskan kepada mereka yang berpelat luar daerah.

“Sasarannya yaitu bus, elf, mobil pribadi yang pelat nomor kendaraannya luar daerah. Maupun truk yang ditutup deklit atau terpal, yang diduga digunakan untuk membawa penumpang,” jelasnya.

Segala antisipasi akan dilakukan Iptu Effendy bersama rekan-rekannya untuk menghalau kedatangan pemudik luar daerah masuk Kudus.

Selam melakukan pemantauan di hari pertama, Iptu Effendy tidak menemukan penumpang yang akan melakukan mudik ke Kudus. Dari yang mereka periksa, mereka hanya mendapati penumpang yang memang sudah rutin melakukan perjalanan seperti dari Kudus ke Semarang dan sebaliknya.

Sanksi bagi mereka yang kedapatan akan lakukan mudik di hari yang dilarang, kata Iptu Effendy, pemudik tersebut akan dilakukan pemeriksaan tes swab di tempat.

“Kita sudah ada tim kesehatan dari Polres dan DKK yang nantinya akan melakukan pemeriksaan. Kalau hasilnya positif akan dirujuk ke RSUD dr Loekmoni Hadi Kudus dan Rusunawa Bakalankrapyak. Tapi kalau hasilnya negatif, kita halau suruh kembali ke kota asalnya, ” tuturnya.

Baca juga : Antisipasi Pemudik Bandel, Dishub Semarang Siapkan Pospam di Hutan Hingga Perkampungan

Sebelumnya, Bupati Kudus HM Hartopo menyebut, sudah banyak pemudik yang kedapatan sudah masuk ke Kabupaten Kudus sebelum larangan mudik berlangsung. Atas kejadian tersebut, Hartopo meminta agar setiap desa gencar lakukan 3T bagi para pemudik. Yakni testing, tracing, dan treatment.

Satgas Jogo Tonggo, Bhabinkamtibmas, pihak Puskesmas, RT dan RW yang diharapkan mampu mengakomodir semuanya.

Para pemudik, imbau Hartopo harus dipantau terus. Ketika mereka sampai, harus dites, apakah menunjukkan hasil negatif ataukah positif covid-19.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER